Andra Soni Gandeng Puteri Indonesia 2026, Misi Besar Selamatkan Pendidikan dan Lindungi Perempuan Banten Dimulai

Kilas Banten
8 Mei 2026 07:00
Banten 0
4 menit membaca

KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menggandeng Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng untuk memperkuat kampanye pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta promosi pariwisata di Provinsi Banten.

 

Pertemuan keduanya berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Agenda tersebut menjadi langkah awal sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dengan figur publik nasional dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

 

Dalam pertemuan itu, Agnes hadir bersama Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia Prof. Wardiman Djojonegoro. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Andra Soni yang menilai tokoh publik memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

 

Andra Soni menegaskan sektor pendidikan masih menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Banten. Menurut dia, masih terdapat kesenjangan akses pendidikan di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dan fasilitas pendidikan.

 

Ia mengungkapkan angka putus sekolah di beberapa wilayah masih menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas akses pendidikan agar seluruh anak di Banten mendapatkan hak belajar yang sama.

 

“Fokus kami adalah bagaimana disparitas itu bisa perlahan-lahan kita kurangi. Pendidikan adalah jalan untuk keluar dari kemiskinan dan meningkatkan daya saing,” ujar Andra Soni, Jumat, 8 Mei 2026.

 

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Banten menjalankan program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan sekolah khusus swasta atau SKH. Program tersebut mulai diterapkan sejak 2025 dan kini telah menjangkau 801 sekolah di seluruh wilayah Banten.

 

Program sekolah gratis itu diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di sejumlah daerah.

 

“Kita terus berikhtiar agar tidak ada anak Banten yang tertinggal,” katanya.

 

Andra menilai peran Puteri Indonesia tidak hanya sebatas simbol kecantikan. Menurutnya, figur Puteri Indonesia juga merepresentasikan kecerdasan, kepedulian sosial, dan kemampuan komunikasi yang dapat memengaruhi masyarakat luas.

 

Karena itu, ia berharap Agnes Aditya Rahajeng dapat menjadi jembatan komunikasi untuk menyuarakan pentingnya pendidikan kepada kalangan muda di Banten. Pemerintah berharap pesan yang disampaikan figur publik lebih mudah diterima generasi muda.

 

Selain pendidikan, Andra juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banten. Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

 

Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial tersebut. Dibutuhkan dukungan masyarakat, organisasi sosial, hingga tokoh publik agar upaya perlindungan perempuan dan anak berjalan maksimal.

 

“Kita punya pekerjaan rumah besar. Banten harus menjadi rumah yang aman bagi semua, terutama perempuan dan anak,” tegasnya.

 

Sementara itu, Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Banten. Ia mengaku siap ikut menyuarakan isu pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, hingga promosi budaya dan pariwisata daerah.

 

Agnes mengatakan kerja sama tersebut menjadi kehormatan baginya. Ia ingin mengambil bagian dalam menyebarkan pesan positif yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

 

“Ini sebuah kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk terus menyuarakan bahwa tiga pilar utama itu adalah hal yang sangat penting,” ujar Agnes.

 

Agnes juga mengungkapkan kedekatannya dengan Banten. Ia mengaku telah tinggal di Tangerang Selatan selama hampir satu dekade sehingga merasa memiliki hubungan emosional dengan masyarakat Banten.

 

Perjalanannya sebagai Puteri Indonesia membuatnya semakin mengenal budaya dan potensi wisata di daerah tersebut. Agnes mengaku terkesan saat mengunjungi kawasan Suku Baduy, Keraton Kaibon, hingga Pantai Cibobos di Banten Selatan.

 

Menurut dia, masyarakat Baduy memberikan pelajaran penting tentang menjaga keseimbangan hidup dan harmoni dengan alam.

 

“Saya melihat langsung ketangguhan masyarakat Baduy menjaga harmoni dengan alam. Itu sangat menginspirasi,” tuturnya.

 

Ia menilai Banten memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata yang sangat besar untuk dikenal lebih luas. Namun, potensi tersebut memerlukan promosi yang lebih kuat agar mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

 

Karena itu, Agnes berkomitmen membantu memperkenalkan budaya dan destinasi wisata Banten kepada masyarakat nasional maupun internasional melalui platform yang dimilikinya sebagai Puteri Indonesia 2026.

 

“Harapannya, saya bisa ikut mempromosikan budaya dan pariwisata Banten agar menjadi pilihan utama di Indonesia,” katanya.

 

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Puteri Indonesia 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata. Kerja sama tersebut ditargetkan mampu menghadirkan dampak nyata dalam memperluas akses pendidikan, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta meningkatkan daya tarik pariwisata Banten di tingkat nasional.***