KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten bergerak cepat merespons persoalan serius yang tengah dihadapi pelajar, yaitu krisis arah karier dan fenomena salah jurusan. Melalui Tim Admisi dan Bagian Akademik, kampus ini menggelar workshop khusus bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Kabupaten Pandeglang pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Asesmen Minat dan Bakat Siswa” ini berlangsung di Horison Altama Pandeglang. Sebanyak 30 guru BK dari berbagai sekolah ikut serta dalam pelatihan tersebut. Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mendampingi siswa menentukan pilihan pendidikan yang sesuai.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan UIN SMH Banten, Ahmad Riyadi, menegaskan bahwa peran Guru BK sangat krusial dalam membentuk masa depan siswa. Ia menjelaskan bahwa guru tidak hanya bertugas sebagai pendamping, tetapi juga harus menjadi fasilitator sekaligus konsultan pendidikan.
Riyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Ia berharap Guru BK dapat menjadi motivator bagi siswa dalam menentukan pilihan studi lanjut, terutama saat akan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Ia juga menyoroti dampak negatif dari kesalahan memilih jurusan. Salah satu contohnya adalah siswa yang lolos jalur prestasi namun memilih mundur karena merasa tidak cocok. Kondisi ini tidak hanya merugikan siswa, tetapi juga berdampak pada sekolah yang bisa terkena pengurangan kuota penerimaan di tahun berikutnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















