KILAS BANTEN – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten terus mendorong lahirnya dai yang lebih inklusif dan peduli terhadap penyandang disabilitas. Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Dakwah Inklusif bertema “Menjadi Dai yang Peka dan Peduli Disabilitas” yang digelar di aula Fakultas Dakwah.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 mahasiswa KPI. Pelatihan menghadirkan Ketua Jurusan Pendidikan Khusus FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Reza Febri Abadi, serta dua mahasiswi penyandang disabilitas yang menjadi instruktur bahasa isyarat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Banten dalam membangun model dakwah yang lebih terbuka, humanis, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan komunikasi.
Ketua Prodi KPI UIN Banten, Mubibuddin, mengatakan kegiatan tersebut dilandasi komitmen kampus untuk memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh akses informasi dan dakwah keagamaan.
Menurut dia, program itu juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak-hak penyandang disabilitas, termasuk akses terhadap pendidikan dan layanan informasi keagamaan.
“Kegiatan ini sejatinya telah digagas sejak 2023, namun baru dapat direalisasikan tahun ini. Kami menyadari pelatihan satu hari tidak cukup, sehingga kami menjalin kerja sama dengan Jurusan Pendidikan Khusus FKIP Untirta untuk program lanjutan,” ujar Mubibuddin, Kamis, 7 Mei 2026.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















