Program sekolah gratis itu diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita terus berikhtiar agar tidak ada anak Banten yang tertinggal,” katanya.
Andra menilai peran Puteri Indonesia tidak hanya sebatas simbol kecantikan. Menurutnya, figur Puteri Indonesia juga merepresentasikan kecerdasan, kepedulian sosial, dan kemampuan komunikasi yang dapat memengaruhi masyarakat luas.
Karena itu, ia berharap Agnes Aditya Rahajeng dapat menjadi jembatan komunikasi untuk menyuarakan pentingnya pendidikan kepada kalangan muda di Banten. Pemerintah berharap pesan yang disampaikan figur publik lebih mudah diterima generasi muda.
Selain pendidikan, Andra juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banten. Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial tersebut. Dibutuhkan dukungan masyarakat, organisasi sosial, hingga tokoh publik agar upaya perlindungan perempuan dan anak berjalan maksimal.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Banten harus menjadi rumah yang aman bagi semua, terutama perempuan dan anak,” tegasnya.
Sementara itu, Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Banten. Ia mengaku siap ikut menyuarakan isu pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, hingga promosi budaya dan pariwisata daerah.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















