KILAS BANTEN – Kongres Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) ke-XIII yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 13 April 2026, menjadi titik penting konsolidasi gerakan mahasiswa kependidikan.
Forum ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga panggung strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mengatasi ketimpangan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pembukaan, arah gerakan langsung ditegaskan. Mahasiswa kependidikan menyatakan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, serta mendorong pemerataan akses pendidikan. Tema kongres mencerminkan posisi mahasiswa sebagai aktor kunci dalam perubahan sosial di sektor pendidikan nasional.
Kehadiran sejumlah pejabat memperkuat bobot forum ini. Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Abdul Azis, Kapolresta Mataram, serta Rektor Universitas Gunung Rinjani Basri Mulyani hadir dalam pembukaan. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa isu yang dibahas dalam kongres memiliki relevansi langsung terhadap pembangunan pendidikan nasional.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kualitas guru menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menilai peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari perbaikan kualitas tenaga pendidik.
“Kita tidak bisa mencetak sumber daya manusia unggul tanpa membenahi kualitas guru. Mahasiswa kependidikan harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan,” ujar Iqbal.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















