Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

Kilas Banten
16 Apr 2026 17:49
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Kongres Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) ke-XIII yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 13 April 2026, menjadi titik penting konsolidasi gerakan mahasiswa kependidikan.

 

Forum ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga panggung strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mengatasi ketimpangan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Sejak pembukaan, arah gerakan langsung ditegaskan. Mahasiswa kependidikan menyatakan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, serta mendorong pemerataan akses pendidikan. Tema kongres mencerminkan posisi mahasiswa sebagai aktor kunci dalam perubahan sosial di sektor pendidikan nasional.

 

Baca Juga  KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat

Kehadiran sejumlah pejabat memperkuat bobot forum ini. Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Abdul Azis, Kapolresta Mataram, serta Rektor Universitas Gunung Rinjani Basri Mulyani hadir dalam pembukaan. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa isu yang dibahas dalam kongres memiliki relevansi langsung terhadap pembangunan pendidikan nasional.

 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kualitas guru menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menilai peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari perbaikan kualitas tenaga pendidik.

 

“Kita tidak bisa mencetak sumber daya manusia unggul tanpa membenahi kualitas guru. Mahasiswa kependidikan harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan,” ujar Iqbal.