KILAS BANTEN – Pemerintah berkomitmen menyalurkan sejumlah bantuan sosial dan paket stimulus pada awal 2025.
Salah satu kebijakan baru yang ramai dibicarakan adalah bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) serta program bantuan beras 10 kg untuk keluarga penerima manfaat (KPM).
Dikutip dari YouTube Info Bansos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah akan mengumumkan skema baru subsidi BBM.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bantuan beras 10 kg akan diberikan selama total enam bulan.
Langkah ini merupakan wujud keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Program subsidi BBM, yang selama ini dirasa kurang tepat sasaran, akan dirombak agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga yang paling membutuhkan.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah menyiapkan tiga opsi untuk subsidi BBM.
Pertama, mengubah seluruh subsidi menjadi bantuan langsung tunai. Kedua, tetap mempertahankan subsidi barang.
Ketiga, menaikkan harga BBM subsidi.
Reformasi ini dipandang perlu karena selama ini masih ada ketidaktepatan penyaluran yang diperkirakan mencapai 20-30 persen.
Dalam perkiraan Kementerian ESDM, potensi inefisiensi itu bisa mencapai Rp100 triliun.
Untuk mencegah kesalahan data, Badan Pusat Statistik (BPS) akan dilibatkan dalam memfinalisasi basis penerima BLT BBM 2025.
Hasil pendataan BPS menjadi acuan agar subsidi betul-betul mengalir ke golongan ekonomi lemah.
Pemerintah menargetkan pengumuman resmi dilakukan pada 2025.
Penulis : Ika
Sumber Berita: YouTube Info Bansos
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















