KILAS BANTEN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Serang menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu, 2 Mei 2026. Mereka turun ke Alun-alun Kota Serang untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi pendidikan di Kota dan Kabupaten Serang yang dinilai belum mengalami perbaikan berarti.
Aksi berlangsung sejak siang hingga sore hari. Massa menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka juga membakar ban di tengah aksi sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PC IMM Serang, Ahmad Zaenudin, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan di Serang Raya. Ia menilai kondisi pendidikan saat ini berada dalam kategori “rapor merah”.
“Rapor merah pendidikan di Kota Serang dan Kabupaten Serang bukan sekadar evaluasi tahunan. Ini menunjukkan kegagalan arah kebijakan pendidikan,” kata Ahmad dalam orasinya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menilai pemerintah daerah lebih fokus pada capaian administratif. Menurutnya, laporan yang disusun sering kali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti masih banyak ruang kelas yang tidak layak pakai, keterbatasan fasilitas belajar, serta ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Selain itu, IMM Serang menilai kebijakan pendidikan tidak berjalan konsisten. Program pendidikan disebut kerap berubah mengikuti dinamika politik dan pergantian kepemimpinan. Kondisi ini dinilai menghambat pembangunan sistem pendidikan jangka panjang.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 Selanjutnya


















