Gelombang Kedua, Pemerintah RI Evakuasi 30 WNI dari Suriah

Senin, 16 Desember 2024 - 16:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi WNI dari Suriah

i

Evakuasi WNI dari Suriah

KILAS BANTEN – Pemerintah Indonesia kembali mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Suriah.

Sebanyak 30 WNI berhasil dipulangkan dengan selamat pada 15 Desember 2024.

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat, melintasi perbatasan Masnaa menuju Lebanon, lalu dilanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha, menyatakan para WNI yang dievakuasi terdiri dari 25 wanita dan 5 pria.

Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Evakuasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi warga negara kita di tengah situasi krisis yang berbahaya di Suriah,” ujar Judha dikutip dari , Senin 16 Desember 2024.

Baca Juga  Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy

Sebelumnya, pada 12 Desember 2024, pemerintah telah berhasil memulangkan 35 WNI dalam gelombang evakuasi pertama.

Dengan tambahan 30 WNI pada gelombang kedua, total 65 warga telah dievakuasi dari Suriah.

Saat ini, Kemlu terus berkoordinasi dengan WNI yang masih berada di Suriah untuk memastikan kesiapan mereka dalam proses evakuasi berikutnya.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.162 WNI tercatat berdomisili di Suriah.

Judha juga menyoroti situasi keamanan di Suriah yang masih sangat tidak stabil. Serangan militer, termasuk dari Israel, terus terjadi di wilayah tersebut.

“Mengingat situasi keamanan yang dinamis, pemerintah tetap memberlakukan status Siaga Satu di seluruh Suriah sejak 7 Desember 2024,” tegasnya.***

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber
KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat
Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy
KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat
Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden
Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus
Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:00

Forum Nasional di Cirebon, Dekan FUDA UIN Banten Soroti Masa Depan Adab dan Humaniora di Tengah Gempuran Era Siber

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15

KKN Nusantara 2026 Bidik Kawasan Baduy dan Leuwidamar, PTKIN Se-Indonesia Turun Langsung Petakan Potensi Adat Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:53

Leuwidamar Jadi Sorotan Nasional, PTKIN Se-Indonesia Siapkan KKN Nusantara 2026 di Tanah Baduy

Senin, 11 Mei 2026 - 22:34

KKN Nusantara 2026 Bakal Digelar di Pedalaman Baduy Banten, Mahasiswa Siap Tinggal 40 Hari untuk Belajar Budaya Adat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden

Berita Terbaru