Suasana Brew Bika di Cipondoh, Kota Tangerang, yang menghadirkan konsep manual brew autentik dengan nuansa tenang dan nyaman bagi para penikmat kopi.KILAS BANTEN – Di tengah menjamurnya coffee shop dengan menu kopi susu kekinian, sebuah kedai kopi kecil di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, justru mencuri perhatian dengan konsep yang berbeda. Kedai bernama Brew Bika itu hadir membawa pengalaman menikmati kopi manual brew yang autentik, sederhana, dan penuh karakter.
Lokasinya yang tersembunyi di balik gang perkampungan tidak membuat Brew Bika sepi pengunjung. Sebaliknya, tempat ini justru menjadi destinasi favorit para penikmat kopi yang mencari suasana tenang jauh dari hiruk pikuk pusat kota.
Begitu memasuki kedai, pengunjung langsung disambut aroma khas seduhan kopi dari berbagai jenis biji pilihan. Brew Bika menawarkan aneka kopi nusantara hingga specialty coffee dari mancanegara yang diracik langsung menggunakan metode manual brew.
Beberapa varian kopi yang tersedia berasal dari daerah penghasil kopi terkenal seperti Gayo, Ijen, dan Kintamani. Tidak hanya itu, Brew Bika juga menyediakan biji kopi impor dari Kenya, Honduras, Guatemala, hingga El Salvador.
Metode manual brew dipilih karena dianggap mampu menghadirkan karakter rasa kopi yang lebih murni dan alami. Teknik penyeduhan tersebut juga membuat aroma dan cita rasa kopi lebih terasa dibandingkan minuman kopi instan atau kopi susu modern.
Owner Brew Bika, Rabika Fakabir mengatakan konsep kedainya sengaja dibuat berbeda dari coffee shop pada umumnya. Ia ingin mengajak masyarakat menikmati kopi dengan cara yang lebih autentik.
“Kami bukan kedai baru, dulu bersama Celcius Coffee, tetapi sekarang membawa konsep baru yang ingin mengajak para pecinta kopi kembali menghidupkan budaya ngopi manual brew yang pastinya lebih autentik dan sehat,” ujar Rabika, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, budaya ngopi manual brew memiliki nilai tersendiri karena mampu menghadirkan rasa kopi yang lebih jujur tanpa terlalu banyak campuran tambahan.
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari pelanggan. Tidak sedikit pengunjung datang dari luar wilayah Tangerang hanya untuk menikmati suasana dan sajian kopi di Brew Bika.
Meski dikenal sebagai kedai manual brew, Brew Bika tetap menyediakan berbagai menu lain untuk pelanggan yang belum terbiasa menikmati kopi filter. Menu seperti café latte, americano, hingga racikan kopi dengan campuran buah menjadi pilihan favorit pengunjung.
Selain itu, tersedia pula minuman nonkopi seperti black strawberry dan rosella beer yang cukup diminati pelanggan muda.
“Jangan khawatir kalau memang belum suka manual brew, kami juga menyediakan menu lainnya termasuk kopi susu sampai americano yang dipadukan dengan berbagai buah,” kata Rabika.
Tidak hanya menawarkan minuman, Brew Bika juga menyediakan berbagai makanan pendamping. Menu seperti chicken tomyam dan chicken basilia menjadi sajian favorit untuk menemani waktu bersantai pelanggan.
Menariknya, seluruh menu di kedai ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, mulai Rp18 ribu hingga Rp40 ribu. Harga tersebut dinilai kompetitif untuk ukuran specialty coffee shop di Kota Tangerang.
Suasana kedai yang tenang juga membuat Brew Bika mulai dilirik sebagai tempat Work From Anywhere (WFA). Banyak pelanggan memilih bekerja sambil menikmati kopi karena suasananya nyaman dan jauh dari kebisingan jalan raya.
Brew Bika berada di Jalan Tugu Karya I Nomor 12, Cipondoh, Kota Tangerang. Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIB.
Kehadiran Brew Bika membuktikan budaya kopi manual brew masih memiliki tempat tersendiri di hati penikmat kopi. Di tengah tren minuman modern yang terus berkembang, kedai ini justru menawarkan pengalaman ngopi yang lebih santai, hangat, dan autentik.***