Estafet Baru Dimulai, Pengurus Ormawa FUDA UIN SMH Banten Resmi Dilantik, Siap Cetak Mahasiswa Kritis Berdaya Saing Global

Kilas Banten
17 Mei 2026 09:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Semangat regenerasi kepemimpinan mahasiswa kembali menguat di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jajaran pengurus organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas resmi dilantik untuk periode 2026.

 

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FUDA UIN SMH Banten, Dr. Masykur. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa di lingkungan kampus.

 

Pelantikan tersebut mencakup pengurus Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Momentum itu menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru mahasiswa di tingkat Fakultas Ushuluddin dan Adab.

 

Dalam prosesi tersebut, Dr. Masykur memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan seluruh pengurus organisasi mahasiswa yang baru. Ia menegaskan mahasiswa FUDA harus mampu menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

 

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas intelektual dan kemampuan berpikir yang kuat dalam menghadapi dinamika sosial maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Dalam sambutannya, Dr. Masykur menekankan tiga nilai utama yang menjadi identitas Fakultas Ushuluddin dan Adab, yakni “Critically, Locally, dan Globally”.

 

Ia menjelaskan konsep “Critically” mengandung makna bahwa mahasiswa harus mampu berpikir kritis, analitis, dan metodologis dalam memahami berbagai persoalan sosial, keagamaan, maupun humaniora.

 

“Mahasiswa jangan menerima informasi secara mentah. Semua harus dikaji melalui riset dan analisis mendalam,” ujar Dr. Masykur, dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.

 

Selain berpikir kritis, mahasiswa juga diminta tetap menjaga akar budaya dan nilai lokal. Konsep “Locally” disebut menjadi pengingat agar generasi muda kampus tidak kehilangan identitas di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

 

Menurutnya, budaya lokal dan nilai keindonesiaan harus tetap dirawat sebagai fondasi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial mahasiswa.

 

Sementara konsep “Globally” menegaskan bahwa mahasiswa FUDA harus memiliki wawasan internasional dan siap berkompetisi di tingkat global tanpa meninggalkan nilai Islam dan identitas bangsa.

 

“Mahasiswa FUDA harus siap tampil di level internasional, tetapi tetap berpijak pada identitas bangsa dan nilai Islam,” katanya.

 

Dalam pelantikan tersebut, Alan Maulana resmi dikukuhkan sebagai Ketua DEMA Fakultas Ushuluddin dan Adab periode 2026. Sementara jabatan pimpinan SEMA Fakultas dipercayakan kepada Bayu Asep Saputera.

 

Keduanya diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun gerakan mahasiswa yang progresif, kreatif, dan berdampak nyata bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.

 

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FUDA UIN SMH Banten, Dr. Endang Saeful Anwar, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus organisasi mahasiswa yang baru dilantik.

 

Ia menilai organisasi kemahasiswaan bukan sekadar wadah aktivitas mahasiswa, melainkan ruang penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, intelektualitas, dan kemampuan kolaborasi generasi muda.

 

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus SEMA, DEMA, dan HMPS. Organisasi mahasiswa harus menjadi mitra strategis fakultas dalam menciptakan atmosfer akademik yang produktif,” ujarnya.

 

Dr. Endang juga berpesan agar pengurus baru mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

 

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi akademik sekaligus memperkuat citra kampus di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Saya berharap kepemimpinan Saudara Alan di DEMA dan Saudara Bayu di SEMA mampu memperkuat solidaritas mahasiswa. Hadirkan program kerja yang kolaboratif dan membawa manfaat nyata,” katanya.

 

Pelantikan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran dekanat, dosen, dan tamu undangan. Suasana hangat terlihat saat seluruh pengurus melakukan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya babak baru organisasi mahasiswa di lingkungan FUDA UIN SMH Banten.

 

Momentum tersebut juga menjadi harapan baru lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih aktif, kritis, dan siap menjawab tantangan zaman di tengah persaingan global yang semakin ketat.***