Banten

Estafet Baru Dimulai, Pengurus Ormawa FUDA UIN SMH Banten Resmi Dilantik, Siap Cetak Mahasiswa Kritis Berdaya Saing Global

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SMH Banten Dr. Masykur saat melantik jajaran pengurus organisasi mahasiswa periode 2026 di lingkungan FUDA UIN SMH Banten.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SMH Banten Dr. Masykur saat melantik jajaran pengurus organisasi mahasiswa periode 2026 di lingkungan FUDA UIN SMH Banten.

KILAS BANTEN – Semangat regenerasi kepemimpinan mahasiswa kembali menguat di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jajaran pengurus organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas resmi dilantik untuk periode 2026.

 

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FUDA UIN SMH Banten, Dr. Masykur. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa di lingkungan kampus.

 

Pelantikan tersebut mencakup pengurus Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Momentum itu menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru mahasiswa di tingkat Fakultas Ushuluddin dan Adab.

May Day di Tangerang, Andra Soni Serukan Buruh dan Pengusaha Bersatu Dongkrak Investasi Banten

 

Dalam prosesi tersebut, Dr. Masykur memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan seluruh pengurus organisasi mahasiswa yang baru. Ia menegaskan mahasiswa FUDA harus mampu menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga  Dalam Merencanakan Target Produksi Dan Penjualan Tahun 2026, PT Menjangkau Langit Mengadakan Rapat Zooms Meeting

 

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas intelektual dan kemampuan berpikir yang kuat dalam menghadapi dinamika sosial maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Banten Tancap Gas Jadi Lumbung Jagung Nasional, Pemprov Pastikan Sawah Tak Tergusur

Dalam sambutannya, Dr. Masykur menekankan tiga nilai utama yang menjadi identitas Fakultas Ushuluddin dan Adab, yakni “Critically, Locally, dan Globally”.

 

Ia menjelaskan konsep “Critically” mengandung makna bahwa mahasiswa harus mampu berpikir kritis, analitis, dan metodologis dalam memahami berbagai persoalan sosial, keagamaan, maupun humaniora.

Laman: 1 2 3