UIN Banten Matangkan Persiapan Jelang PORSI Jawara 2026, Bidik Mahasiswa Prestasi dan Siap Hadapi 18 PTKIN se-Jawa Madura

Kilas Banten
13 Mei 2026 18:27
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mulai memanaskan persiapan menuju Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) Jawara 2026. Kampus Islam negeri terbesar di Provinsi Banten itu menargetkan lahirnya mahasiswa unggul yang mampu bersaing dengan 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari wilayah Jawa dan Madura.

 

Langkah awal persiapan itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Kemahasiswaan yang digelar Tim Pembinaan Kegiatan Mahasiswa (TPKM) di Aula Training Center UIN SMH Banten. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan arah program organisasi mahasiswa agar lebih terstruktur, efektif, dan tepat sasaran.

 

Sejumlah pimpinan universitas hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Wakil Dekan III Fakultas Sains, Sekretaris TPKM, hingga Kepala Bagian Akademik.

 

Kehadiran jajaran pimpinan kampus menegaskan keseriusan UIN SMH Banten dalam membangun organisasi mahasiswa yang profesional, disiplin, dan memiliki daya saing tinggi.

 

Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr Dedi Sunardi, mengatakan tantangan organisasi mahasiswa saat ini semakin kompleks. Karena itu, setiap organisasi dituntut mampu menyesuaikan pola kerja dengan sistem penganggaran negara yang berakhir setiap Desember.

 

Menurut Dedi, sinkronisasi program kerja menjadi langkah penting agar agenda organisasi mahasiswa tidak saling bertabrakan. Ia menilai koordinasi yang solid akan menciptakan lingkungan akademik yang sehat sekaligus kompetitif.

 

“Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh elemen, termasuk Duta Kampus dan tim paduan suara, karena kita ingin semua program berjalan selaras dan saling mendukung,” kata Dedi Sunardi, Rabu 13 Mei 2026.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berhasil mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Prestasi tersebut datang dari berbagai bidang, mulai dari olahraga bela diri hingga kompetisi ilmiah.

 

Beberapa UKM yang mendapat sorotan antara lain UKM Tapak Suci, UKM PRIMA, dan UPTQ. Ketiganya dinilai sukses mencatatkan prestasi dalam berbagai ajang kompetisi. Pihak universitas meminta seluruh pencapaian mahasiswa terdokumentasi dengan baik agar proses pembinaan dan dukungan kampus dapat berjalan lebih maksimal.

 

Selain membahas tata kelola organisasi, forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi menuju PORSI Jawara 2026. Ajang bergengsi antar-PTKIN itu dijadwalkan berlangsung pada 5 sampai 9 September 2026 di UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

 

Kompetisi tersebut akan mempertemukan 18 PTKIN dari Jawa dan Madura. Sebanyak 27 cabang perlombaan akan dipertandingkan, mulai dari olahraga, seni, hingga bidang ilmiah.

 

Dedi Sunardi meminta seluruh organisasi mahasiswa aktif memetakan potensi atlet dan talenta unggulan yang dimiliki kampus. Menurutnya, UIN SMH Banten memiliki peluang besar untuk tampil kompetitif dalam berbagai cabang perlombaan.

 

“Kampus memiliki banyak potensi di bidang olahraga, seni, dan ilmiah. Jika ada mahasiswa yang layak tampil di tingkat nasional maupun internasional, segera komunikasikan dengan universitas,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, proses identifikasi sumber daya manusia harus dilakukan sejak dini agar kampus tidak mengalami kendala ketika membutuhkan delegasi untuk mengikuti kompetisi tertentu. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan mahasiswa berprestasi yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi, Jamaluddin, menyebut forum tersebut menjadi momentum penting setelah terbentuknya kepengurusan baru organisasi mahasiswa tingkat universitas, baik SEMA, DEMA, maupun UKM.

 

Ia menyoroti pentingnya penyusunan jadwal kegiatan yang lebih matang. Sebab, tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar tujuh bulan efektif.

 

“Kita harus mengubah pola kerja agar agenda tidak menumpuk pada November dan Desember. Time schedule yang jelas sangat diperlukan supaya kegiatan tidak saling berbenturan,” katanya.

 

Melalui rapat koordinasi tersebut, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap budaya kerja organisasi mahasiswa semakin disiplin, inovatif, dan akuntabel. Kampus juga menargetkan lahirnya program-program kolaboratif yang mampu mendongkrak prestasi mahasiswa di tingkat regional hingga nasional.***