Andra Soni Ajak Warga Serbu Gebyar Tradisi Betawi Tangsel, Budaya Lokal Terancam Tenggelam di Era Modern

Kilas Banten
10 Mei 2026 20:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat ikut meramaikan Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan Tahun 2026. Festival budaya tahunan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

 

Ajakan itu disampaikan Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Menurutnya, budaya Betawi bukan sekadar hiburan atau tradisi turun-temurun, melainkan bagian dari identitas bangsa yang wajib dijaga bersama.

 

Ia menilai perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan budaya daerah. Karena itu, kegiatan budaya seperti Gebyar Tradisi Betawi harus terus diperkuat agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya sendiri.

 

“Gebyar Tradisi Betawi ini menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya,” ujar Andra Soni, Minggu, 10 Mei 2026

 

Menurut Andra, pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari komunitas budaya, pelaku seni, hingga generasi muda agar warisan leluhur tetap hidup dan berkembang.

 

Ia menegaskan budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat serta memperkuat identitas daerah di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

 

“Kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

 

Andra menilai tradisi Betawi menyimpan nilai sejarah, sosial, dan kearifan lokal yang kuat. Karena itu, keberadaan festival budaya dinilai penting untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas, terutama kalangan muda.

 

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival tersebut juga dianggap mampu mempererat hubungan sosial masyarakat. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan budaya dinilai dapat memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat persatuan warga.

 

Menurut Andra, budaya lokal juga memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. Jika dikemas secara kreatif dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya, budaya daerah dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat.

 

Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan sendiri menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang masuk dalam Kalender of Event Kota Tangerang Selatan Tahun 2026.

 

Kegiatan itu akan menampilkan berbagai kesenian khas Betawi, mulai dari pertunjukan musik tradisional, tari daerah, kuliner khas Betawi, hingga hiburan rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi.

 

Festival tersebut juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih memahami sejarah dan tradisi Betawi yang selama ini tumbuh dan berkembang di wilayah Jabodetabek, termasuk Provinsi Banten.

 

Andra memberikan apresiasi kepada Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan tradisi di tengah derasnya pengaruh globalisasi.

 

“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi,” ujarnya.

 

Ia berharap festival budaya tidak hanya menjadi tontonan tahunan semata, tetapi mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Kesadaran masyarakat untuk mencintai budaya lokal dinilai menjadi modal penting agar warisan budaya tetap lestari.

 

Selain itu, kegiatan budaya juga diyakini mampu membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal. Kehadiran pengunjung dalam festival budaya biasanya berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan produk khas daerah.

 

Karena itu, Andra mengajak masyarakat Kota Tangerang Selatan dan wilayah sekitarnya ikut hadir memeriahkan acara tersebut.

 

Ia berharap antusiasme masyarakat dapat menjadi energi positif untuk menjaga budaya lokal tetap hidup dan tidak tergeser budaya modern.

 

“Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa,” katanya.

 

Di akhir pernyataannya, Andra mengajak seluruh masyarakat terus menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

 

“Berakar di tradisi, berkembang di masa kini, dan menginspirasi generasi. Mari kita lestarikan warisan leluhur kita,” pungkasnya.***