Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival tersebut juga dianggap mampu mempererat hubungan sosial masyarakat. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan budaya dinilai dapat memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat persatuan warga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Andra, budaya lokal juga memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. Jika dikemas secara kreatif dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya, budaya daerah dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat.
Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan sendiri menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang masuk dalam Kalender of Event Kota Tangerang Selatan Tahun 2026.
Kegiatan itu akan menampilkan berbagai kesenian khas Betawi, mulai dari pertunjukan musik tradisional, tari daerah, kuliner khas Betawi, hingga hiburan rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi.
Festival tersebut juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih memahami sejarah dan tradisi Betawi yang selama ini tumbuh dan berkembang di wilayah Jabodetabek, termasuk Provinsi Banten.
Andra memberikan apresiasi kepada Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan tradisi di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi,” ujarnya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















