Sampah Disulap Jadi Mesin Uang, Bank Sampah Karang Tengah Raup Puluhan Juta dan Pangkas Tonase Sampah ke TPA

Kilas Banten
10 Mei 2026 22:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Program Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sampah rumah tangga yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini berhasil diubah menjadi sumber pendapatan sekaligus solusi pengurangan sampah perkotaan.

 

Melalui program tersebut, Pemerintah Kecamatan Karang Tengah berhasil mengelola ratusan kilogram sampah setiap pekan. Hasil pengelolaan sampah itu bahkan mampu menghasilkan puluhan juta rupiah dalam setahun.

 

Program bank sampah tersebut dijalankan secara rutin dengan melibatkan seluruh pegawai kecamatan. Mereka aktif memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing, mulai dari plastik, kertas, kardus, hingga minyak jelantah.

 

Sampah yang terkumpul kemudian diproses untuk didaur ulang atau dijual kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.

 

Camat Karang Tengah, Hendriyanto, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari tingginya antusiasme pegawai dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah.

 

Menurutnya, kesadaran pegawai untuk memilah sampah dari rumah terus meningkat sejak program dijalankan secara konsisten.

 

“Kami sudah menjalankan Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah ini hasilnya luar biasa, pegawai sangat antusias berpartisipasi, mulai dari sampah plastik, kertas, kardus, sampai minyak jelantah dari rumah masing-masing dikumpulkan setiap Jumat,” ujar Hendriyanto, Minggu, 10 Mei 2026.

 

Dalam satu pekan, Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah mampu mengumpulkan sekitar 300 hingga 400 kilogram sampah rumah tangga. Jumlah tersebut terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran pegawai terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

 

Tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, program tersebut juga berdampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.

 

Dalam satu bulan terakhir, sekitar 4,7 ton sampah rumah tangga berhasil dialihkan dari TPA melalui pengelolaan bank sampah.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi beban sampah perkotaan yang setiap hari terus meningkat. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga juga dianggap menjadi solusi efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Hendriyanto menjelaskan hasil pengelolaan sampah tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal. Sebagian hasilnya juga digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar.

 

Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah rutin menggelar kegiatan sosial seperti pemberian santunan kepada masyarakat. Selain itu, pihak kecamatan juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang paling aktif mengumpulkan sampah selama satu tahun.

 

Menurut Hendriyanto, program tersebut bukan sekadar mencari keuntungan ekonomi. Yang lebih penting, program itu bertujuan membangun budaya peduli lingkungan di kalangan aparatur pemerintah dan masyarakat.

 

“Ada banyak manfaat dari adanya bank sampah ini, selain untuk mengelola sampah rumah tangga masing-masing pegawai, yang terpenting bisa meningkatkan kesadaran untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari sampah,” katanya.

 

Program bank sampah kini menjadi salah satu gerakan yang terus didorong Pemerintah Kota Tangerang untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang volumenya terus meningkat setiap tahun.

 

Selain membantu mengurangi sampah menuju TPA, program tersebut juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya daur ulang dan pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.

 

Keberhasilan Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Tangerang. Pemerintah berharap gerakan serupa dapat tumbuh hingga tingkat kelurahan, RW, dan lingkungan perumahan.

 

Dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas, pengurangan volume sampah diyakini bisa berjalan lebih optimal. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pengelolaan sampah juga membuka peluang ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Kesadaran memilah sampah sejak dari rumah dinilai menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan perkotaan di masa depan.***