Tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, program tersebut juga berdampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam satu bulan terakhir, sekitar 4,7 ton sampah rumah tangga berhasil dialihkan dari TPA melalui pengelolaan bank sampah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi beban sampah perkotaan yang setiap hari terus meningkat. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga juga dianggap menjadi solusi efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Hendriyanto menjelaskan hasil pengelolaan sampah tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal. Sebagian hasilnya juga digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar.
Bank Sampah Kecamatan Karang Tengah rutin menggelar kegiatan sosial seperti pemberian santunan kepada masyarakat. Selain itu, pihak kecamatan juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang paling aktif mengumpulkan sampah selama satu tahun.
Menurut Hendriyanto, program tersebut bukan sekadar mencari keuntungan ekonomi. Yang lebih penting, program itu bertujuan membangun budaya peduli lingkungan di kalangan aparatur pemerintah dan masyarakat.
“Ada banyak manfaat dari adanya bank sampah ini, selain untuk mengelola sampah rumah tangga masing-masing pegawai, yang terpenting bisa meningkatkan kesadaran untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari sampah,” katanya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















