KILAS BANTEN – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten menggelar istighotsah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-103 Nahdlatul Ulama, Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi agenda spiritual dan kebangsaan yang sarat makna, dengan mengusung tema Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama melalui Istighotsah untuk Banten dan Indonesia Maju.
Acara ini dihadiri para ulama, pengurus NU, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut hadir dan menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya refleksi diri dan persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dimyati menegaskan bahwa peringatan hari lahir organisasi tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, momen harlah NU harus menjadi ruang muhasabah atau introspeksi untuk menilai perjalanan organisasi dan menentukan langkah perbaikan ke depan.
“Kalau kita bicara milad atau harlah, itu berarti kita bicara muhasabah. Kita melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum, lalu melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Dimyati dalam sambutannya di Kantor PWNU Banten, sebagaimana dikutip Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menyebut muhasabah sebagai kunci menjaga konsistensi perjuangan NU, baik sebagai organisasi keagamaan maupun kekuatan sosial kebangsaan.
Dalam konteks itu, istighotsah dinilai sebagai sarana spiritual yang relevan untuk memperkuat refleksi dan memperkokoh nilai-nilai keikhlasan.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















