Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut hadir dan menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya refleksi diri dan persatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dimyati juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan internal NU. Ia menilai banyaknya kegiatan dan program yang dijalankan menunjukkan kekuatan jam’iyyah yang besar. Namun, kekuatan tersebut harus terus diarahkan agar tetap solid dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Selain itu, ia mendorong NU untuk berperan aktif memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pengkajian mendalam terhadap kebijakan publik diperlukan agar tercipta sinergi yang sehat antara organisasi keagamaan dan pemerintah.
“Ke depan, NU perlu ikut mengkaji program-program Pemerintah Provinsi Banten secara lebih mendalam. Tujuannya agar kolaborasi yang terbangun benar-benar memberi dampak positif,” kata Dimyati.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati memaparkan empat nilai utama yang ia sebut sebagai fondasi kuat Nahdlatul Ulama. Pertama, bersyukur ketika memperoleh nikmat. Kedua, bersabar saat menghadapi ujian. Ketiga, ikhlas dalam berbuat kebaikan. Keempat, bertobat ketika melakukan kesalahan. Ia menilai nilai-nilai ini telah mengakar kuat dalam tradisi NU sejak lama.
Dimyati juga menegaskan komitmen kebangsaan NU yang tidak terpisahkan dari Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menyebut NU sebagai organisasi yang konsisten menjaga empat pilar kebangsaan dan berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial.
“NU adalah organisasi terbesar di Indonesia. Sampai hari ini NU tetap berjaya. Ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.
Menatap usia lebih dari satu abad, Dimyati mengajak NU menyusun perencanaan strategis yang matang.