ASN Baru UIN Banten Digeber, Rektor Targetkan Jurnal Scopus dan Lahirkan Guru Besar Muda Sebelum Usia 40 Tahun

Kilas Banten
22 Mei 2026 17:30
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten mulai bergerak cepat memperkuat kualitas akademik dan pelayanan publik. Sebanyak 37 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan di Aula Serbaguna kampus, Kamis, 21 Mei 2026.

 

Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni administratif. Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, langsung memberikan target besar kepada aparatur baru. Ia meminta para dosen muda meningkatkan produktivitas jurnal internasional hingga menembus indeks Scopus dan melahirkan guru besar di usia muda.

 

Penyerahan SK dilakukan secara hybrid dan terhubung langsung dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Prosesi pengangkatan PNS berlangsung serentak secara nasional dan dipimpin Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar.

 

Sebanyak 37 ASN yang menerima SK terdiri atas 12 pejabat fungsional dan 25 dosen. Mereka sebelumnya berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

 

Dalam arahannya secara virtual, Menteri Agama menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan dedikasi bagi seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, aparatur negara harus mampu menjaga etika sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“Kalau ingin berhasil karirnya, lakukanlah apa yang saya istilahkan dengan ISTIQAMAH,” ujar Nasaruddin Umar, Jumat, 22 Mei 2026.

 

Ia menjelaskan pengangkatan ASN secara nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital dan transformasi pelayanan publik yang semakin dinamis.

 

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Zaenuri, menilai hadirnya ASN baru akan memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.

 

Menurutnya, tambahan tenaga profesional menjadi modal penting untuk meningkatkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, adaptif, dan kompetitif di tengah persaingan pendidikan tinggi nasional.

 

Pada kesempatan yang sama, Prof Muhammad Ishom memberikan penekanan serius terkait tanggung jawab moral ASN. Ia mengingatkan seluruh aparatur baru agar menjaga nama baik institusi dan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran etik.

 

Dalam pembekalannya, Ishom mengutip Surat Al-Qashas ayat 26 tentang dua karakter utama pekerja yang baik, yakni Al-Qawiyyul atau kuat dan Al-Aminu yang berarti dapat dipercaya.

 

Menurutnya, seluruh ASN yang lolos telah membuktikan kemampuan dan ketahanan mental selama proses seleksi. Namun, tantangan terbesar justru dimulai setelah resmi menjadi aparatur negara.

 

“Saya sudah lama menulis bahwa pegawai Kementerian Agama itu laksana sarung putih. Sarung putih yang harus selalu terjaga kebersihannya. Satu noda kecil saja akan langsung terlihat,” kata Ishom.

 

Ia juga mengingatkan para ASN baru untuk menghindari persoalan moral yang saat ini menjadi perhatian di lingkungan perguruan tinggi, termasuk kekerasan seksual dan kekerasan verbal.

 

Menurutnya, kasus semacam itu dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan mencoreng nama baik kampus.

 

Tidak hanya menyoroti moralitas, Ishom juga menargetkan peningkatan kualitas akademik kampus secara agresif. Ia meminta dosen baru aktif membantu pengelolaan jurnal ilmiah di fakultas masing-masing.

 

UIN Banten saat ini tengah mendorong percepatan peningkatan kualitas jurnal menuju peringkat Sinta 2, Sinta 1, hingga masuk indeks internasional Scopus.

 

Rektor bahkan menargetkan munculnya guru besar muda di usia 40 tahun melalui produktivitas karya ilmiah internasional. Menurutnya, capaian akademik tersebut akan meningkatkan posisi tawar UIN Banten dalam kerja sama nasional maupun global.

 

“Jangan hanya bekerja rutinitas. Harus ada kontribusi nyata. Salah satunya membawa jurnal kampus menembus Scopus,” tegasnya.

 

Ia menilai dosen muda memiliki energi dan peluang besar untuk mempercepat kemajuan kampus. Karena itu, budaya riset dan publikasi internasional harus terus diperkuat sejak awal karier akademik.

 

Pelantikan ASN baru ini menjadi bagian dari langkah strategis UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam memperkuat pelayanan pendidikan, meningkatkan kualitas akademik, dan memperbesar daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.***