KILAS BANTEN – Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang mematangkan persiapan Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah dan Imlek 2577/2026 Masehi. Agenda bertajuk Kirab Budaya Lintas Iman ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026, di Kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Banten.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pada Selasa, 10 Februari 2026. Rapat ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai konsep dan mencerminkan semangat kebhinekaan.
FKUB mengusung tema besar “Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama melalui Budaya”. Tema ini menegaskan komitmen FKUB dalam merawat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Koordinator kegiatan, Sudirman, menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai hampir 80 persen. Ia menegaskan rapat kali ini fokus pada kesiapan teknis dan substansi penampilan dari masing-masing unsur lintas agama.
“Pada rapat persiapan kali ini, kami ingin memastikan kesiapan penampilan dari masing-masing lintas agama yang berada di bawah koordinasi FKUB Kota Serang,” ujar Sudirman.
Menurutnya, kirab budaya ini bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kebersamaan dan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. FKUB ingin memastikan pesan kerukunan benar-benar tersampaikan melalui setiap penampilan seni dan budaya yang akan ditampilkan.
“Semoga hasilnya semakin baik. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kota Serang yang rukun dan damai, sebagaimana yang selalu dikomandoi oleh KH Matin Syarkowi,” katanya, Jumat, 13 Februari 2026.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menegaskan bahwa kirab budaya lintas iman merupakan langkah konkret dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai Kota Serang memiliki modal sosial kuat untuk menjadi contoh kerukunan umat beragama.
“Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten paling ideal dan cocok menjadi role model kerukunan umat beragama. Nilai-nilai ini bahkan bisa diejawantahkan hingga tingkat nasional dan mancanegara,” tutur KH Matin.
Ia menjelaskan, pertemuan momentum Ramadan dan perayaan Imlek pada 2026 menjadi simbol persaudaraan lintas iman. Menurutnya, pendekatan budaya lebih mudah diterima masyarakat karena bersifat inklusif dan menyentuh semua kalangan.
FKUB memandang budaya sebagai medium dialog yang efektif. Melalui kirab dan pentas seni, pesan toleransi disampaikan tanpa sekat. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Serang sebagai kota madani yang maju, bahagia warganya, dan sejahtera kehidupannya.
KH Matin menilai kirab budaya dapat memperkuat rasa memiliki warga terhadap kota. Agenda ini juga menjadi ruang pertemuan antarwarga lintas latar belakang agama dan etnis. Ia berharap kegiatan ini memperkuat empati kolektif dan semangat menjaga lingkungan sosial yang damai.
Pemilihan Kawasan Royal Baroe sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan strategis. Menurut KH Matin, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang ekowisata dan pusat aktivitas budaya masyarakat.
“Kegiatan ini bisa menjadi petunjuk penting bahwa Royal Baroe layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata warga Kota Serang dan sekitarnya,” jelasnya.
FKUB Kota Serang mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan Kirab Budaya Lintas Iman 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi panggung kebhinekaan yang mempertemukan berbagai komunitas dalam suasana persaudaraan.
Selain memperkuat identitas Kota Serang sebagai kota yang rukun, agenda ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya. KH Matin bahkan menilai kirab budaya lintas agama ini layak dijadikan agenda tahunan atau calendar event resmi Kota Serang.
“Kirab dan Pentas Seni Budaya yang digagas FKUB Kota Serang sangat cocok menjadi calendar event tahunan di Kota Serang,” pungkasnya.

