Pemkot Tangerang Siapkan Ratusan Petugas Iduladha 1447 H, Daging Kurban Berulat Bakal Disita

Kilas Banten
29 Mei 2026 06:00
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tegas ini dilakukan untuk memastikan seluruh daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.

 

Melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Pemkot Tangerang menerjunkan ratusan petugas kesehatan hewan dan Satgas Kurban ke berbagai titik pemotongan hewan. Pemerintah bahkan memastikan daging kurban yang ditemukan mengandung penyakit, cacing, atau berulat akan langsung disita agar tidak beredar di masyarakat.

 

Kebijakan ini menjadi bentuk antisipasi terhadap risiko penyebaran penyakit hewan menular di tengah meningkatnya kebutuhan daging kurban saat Iduladha.

 

Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pengawasan dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum penyembelihan hingga proses distribusi daging selesai dilakukan.

 

Sebanyak 45 petugas teknis kesehatan hewan dan medik veteriner disiagakan selama pelaksanaan kurban berlangsung. Mereka berasal dari DKP Kota Tangerang dan mendapat dukungan dari Kesatuan Dokter Hewan Banten.

 

“Petugas tersebut berasal dari DKP Kota Tangerang dan dibantu oleh Kesatuan Dokter Hewan Banten. Selain itu, ada juga 11 mahasiswa kedokteran hewan yang ikut membantu proses monitoring dan pendampingan,” kata Muhdorun, Jumat, 29 Mei 2026.

 

Tidak hanya mengandalkan tenaga medis hewan, Pemkot Tangerang juga membentuk 208 Satgas Kurban yang tersebar di seluruh kelurahan. Satgas tersebut bertugas memantau pelaksanaan kurban sekaligus memastikan proses pemotongan berjalan sesuai standar kesehatan dan kebersihan.

 

Menurut Muhdorun, seluruh anggota Satgas Kurban telah mendapatkan pelatihan khusus terkait tata cara penyembelihan dan penanganan hewan kurban. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor atau IPB.

 

“Para satgas sudah mendapatkan sosialisasi tata laksana pemotongan dan penanganan hewan kurban agar pelaksanaan di lapangan sesuai prosedur,” ujarnya.

 

DKP Kota Tangerang juga menerapkan dua tahapan pemeriksaan ketat terhadap hewan kurban. Pemeriksaan pertama dilakukan sebelum penyembelihan atau antemortem. Tahapan ini bertujuan memastikan kondisi fisik hewan dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit.

 

Setelah proses penyembelihan selesai, petugas kembali melakukan pemeriksaan postmortem. Pemeriksaan ini difokuskan pada kualitas daging dan organ dalam hewan kurban.

 

Petugas akan memeriksa bagian hati, jeroan, hingga tekstur daging untuk memastikan tidak ada indikasi penyakit maupun cacing yang membahayakan kesehatan masyarakat.

 

“Pemeriksaan meliputi kualitas daging, organ hati, hingga memastikan daging kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelas Muhdorun.

 

Pemkot Tangerang menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap daging kurban yang tidak memenuhi standar kesehatan. Jika ditemukan organ atau daging yang terindikasi mengandung penyakit maupun cacing, petugas akan langsung menarik dan memusnahkannya agar tidak dibagikan kepada warga.

 

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat mengonsumsi daging kurban pada momentum Iduladha tahun ini.

 

Selain fokus pada kesehatan hewan, pemerintah juga meminta panitia kurban menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan berlangsung. Penggunaan alat yang higienis dan proses pengemasan yang bersih dinilai sangat penting agar kualitas daging tetap terjaga.

 

“Pemkot Tangerang mengimbau seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk tetap memperhatikan aspek kebersihan selama proses pemotongan hingga pendistribusian daging kurban,” tutur Muhdorun.

 

Pengawasan ketat yang dilakukan Pemkot Tangerang diharapkan mampu meminimalkan risiko penyebaran penyakit dari hewan kurban. Dengan melibatkan ratusan petugas kesehatan hewan dan Satgas Kurban, pemerintah ingin memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berjalan aman, sehat, dan lancar bagi seluruh masyarakat.***