Ia menegaskan, proses identifikasi sumber daya manusia harus dilakukan sejak dini agar kampus tidak mengalami kendala ketika membutuhkan delegasi untuk mengikuti kompetisi tertentu. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan mahasiswa berprestasi yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi, Jamaluddin, menyebut forum tersebut menjadi momentum penting setelah terbentuknya kepengurusan baru organisasi mahasiswa tingkat universitas, baik SEMA, DEMA, maupun UKM.
Ia menyoroti pentingnya penyusunan jadwal kegiatan yang lebih matang. Sebab, tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar tujuh bulan efektif.
“Kita harus mengubah pola kerja agar agenda tidak menumpuk pada November dan Desember. Time schedule yang jelas sangat diperlukan supaya kegiatan tidak saling berbenturan,” katanya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap budaya kerja organisasi mahasiswa semakin disiplin, inovatif, dan akuntabel. Kampus juga menargetkan lahirnya program-program kolaboratif yang mampu mendongkrak prestasi mahasiswa di tingkat regional hingga nasional.***
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
















