KILAS BANTEN – Nama Muhamad Syahid kini ramai diperbincangkan di lingkungan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara itu resmi menjabat sebagai Presiden Mahasiswa atau Presma Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN SMH Banten periode 2026.
Mengenal profil dari sosok Syahid dikenal luas sebagai aktivis kampus yang aktif dalam organisasi, advokasi mahasiswa, hingga kegiatan sosial dan dakwah. Perjalanan menuju posisi tertinggi organisasi mahasiswa di kampus itu juga tidak diraih secara instan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa asal Kampung Kadupandak, Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang tersebut telah lama membangun kapasitas diri melalui berbagai pengalaman organisasi dan pendidikan.
Di kalangan mahasiswa, Syahid dikenal memiliki perhatian besar terhadap isu hukum publik, tata kelola pemerintahan, dan penguatan peran mahasiswa dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia juga aktif menyuarakan berbagai persoalan mahasiswa melalui pendekatan hukum progresif yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman.
“Siap berkontribusi secara profesional dalam institusi yang menjunjung integritas, keberpihakan pada masyarakat, dan transformasi sosial berbasis konstitusi,” ujar Muhamad Syahid, Senin 11 Mei 2026.
Perjalanan pendidikan Muhamad Syahid dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda Kadupandak. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Mandalawangi.
Tidak hanya menempuh pendidikan formal, Syahid juga memperkuat pendidikan agama di Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Pengalaman mondok itu menjadi salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinannya.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya
















