KILAS BANTEN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menggelar Rapat Kaderisasi Internal (RKI) ke-IV pada Sabtu, 21 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Sekretariat PCNU Kota Serang dan menjadi momentum penting bagi pembenahan arah kaderisasi organisasi mahasiswa Islam tersebut.
Forum ini mengangkat tema Reformulasi Kaderisasi PMII UIN SMH Banten. Tema tersebut menegaskan keseriusan pengurus komisariat dalam menata ulang sistem kaderisasi agar lebih terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman. RKI menjadi forum musyawarah tertinggi dalam bidang kaderisasi di tingkat komisariat dan berfungsi sebagai rujukan strategis bagi seluruh agenda pengkaderan internal.
Sejak awal, RKI dirancang sebagai ruang konsolidasi ide dan gagasan kader. Diskusi berlangsung intens dengan pendekatan musyawarah untuk mufakat. Suasana forum berjalan dinamis, namun tetap dalam bingkai kekeluargaan dan dialektika yang sehat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PK PMII UIN SMH Banten, Ima Mahdawani, menegaskan bahwa hasil RKI tidak boleh berhenti pada dokumen atau keputusan formal semata.
Ia meminta seluruh struktur organisasi menjadikan produk hukum kaderisasi sebagai pedoman nyata dalam praktik organisasi.
“Rapat Kaderisasi Internal ini tidak boleh berhenti sebagai agenda formalitas. Produk hukum yang dihasilkan harus benar-benar menjadi acuan pelaksanaan kaderisasi ke depan,” kata Ima Mahdawani, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menilai keberhasilan kaderisasi sangat ditentukan oleh ekosistem organisasi yang sehat dan profesional. Menurutnya, kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kekuatan ideologi, daya kritis, dan kesiapan berproses dalam organisasi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















