RKI Ke-IV PMII UIN SMH Banten Guncang Arah Kaderisasi, Sistem Lama Diformulasi Ulang

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kaderisasi Internal (RKI) ke-IV PMII UIN SMH Banten yang digelar di Sekretariat PCNU Kota Serang, Sabtu, 21 Desember 2025

i

Suasana Rapat Kaderisasi Internal (RKI) ke-IV PMII UIN SMH Banten yang digelar di Sekretariat PCNU Kota Serang, Sabtu, 21 Desember 2025

KILAS BANTEN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menggelar Rapat Kaderisasi Internal (RKI) ke-IV pada Sabtu, 21 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Sekretariat PCNU Kota Serang dan menjadi momentum penting bagi pembenahan arah kaderisasi organisasi mahasiswa Islam tersebut.

Forum ini mengangkat tema Reformulasi Kaderisasi PMII UIN SMH Banten. Tema tersebut menegaskan keseriusan pengurus komisariat dalam menata ulang sistem kaderisasi agar lebih terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman. RKI menjadi forum musyawarah tertinggi dalam bidang kaderisasi di tingkat komisariat dan berfungsi sebagai rujukan strategis bagi seluruh agenda pengkaderan internal.

Sejak awal, RKI dirancang sebagai ruang konsolidasi ide dan gagasan kader. Diskusi berlangsung intens dengan pendekatan musyawarah untuk mufakat. Suasana forum berjalan dinamis, namun tetap dalam bingkai kekeluargaan dan dialektika yang sehat.

Ketua PK PMII UIN SMH Banten, Ima Mahdawani, menegaskan bahwa hasil RKI tidak boleh berhenti pada dokumen atau keputusan formal semata.

Ia meminta seluruh struktur organisasi menjadikan produk hukum kaderisasi sebagai pedoman nyata dalam praktik organisasi.

“Rapat Kaderisasi Internal ini tidak boleh berhenti sebagai agenda formalitas. Produk hukum yang dihasilkan harus benar-benar menjadi acuan pelaksanaan kaderisasi ke depan,” kata Ima Mahdawani, Senin, 22 Desember 2025.

Ia menilai keberhasilan kaderisasi sangat ditentukan oleh ekosistem organisasi yang sehat dan profesional. Menurutnya, kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kekuatan ideologi, daya kritis, dan kesiapan berproses dalam organisasi.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
PMII UIN SMH Banten menggelar Rapat Kaderisasi Internal ke-IV di kantor PCNU Kota Serang. Forum ini menegaskan reformulasi sistem kaderisasi agar lebih ideologis, profesional, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Berita Terbaru