“Kita perlu menciptakan ekosistem organisasi yang baik dan profesional. Dengan begitu, kaderisasi tidak berjalan secara seremonial, tetapi benar-benar mencetak kader yang ideologis dan siap berproses,” ujarnya.
Dari unsur Korps PMII Putri (KOPRI), Ketua KOPRI PMII UIN SMH Banten, Yayu Fitri Baqiyatus Solihat, menyoroti peran strategis pengurus rayon. Ia menekankan pentingnya pengawalan kaderisasi secara berkelanjutan, terutama di basis kader perempuan.
“Pengurus rayon, khususnya di KOPRI, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kaderisasi berjalan secara massif dan konsisten, terutama dalam pengawalan kader perempuan,” kata Yayu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa kaderisasi tidak cukup dijalankan secara teknis melalui kegiatan formal. Proses tersebut harus disertai penguatan nilai dan kesinambungan gerakan agar ruh PMII tetap terjaga.
“Kaderisasi harus terus dikawal agar nilai-nilai PMII tetap hidup dan tidak terputus,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari unsur Dewan Peninjau. Perwakilan PC PMII Kota Serang, Achmad Zainal Abidin, menilai RKI ke-IV sebagai forum strategis yang memberi ruang partisipasi luas bagi kader dalam memperbaiki sistem kaderisasi.
“Saya mengapresiasi pengurus komisariat. RKI ini memberi kesempatan kepada seluruh kader PMII UIN SMH Banten untuk menyampaikan gagasan demi perbaikan kaderisasi ke depan,” kata Achmad Zainal Abidin.
Ia menegaskan bahwa keputusan dan regulasi yang dihasilkan dalam RKI harus menjadi rujukan utama hingga ke level teknis pelaksanaan kaderisasi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















