Banten

BNN Banten Gasak Jaringan Narkoba 2025, Sabu dan Ganja Puluhan Kilogram Disita, Lebih 52 Ribu Warga Terselamatkan

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid saat menyampaikan rilis akhir tahun pengungkapan kasus narkotika 2025 di Kantor BNN Banten, Kota Serang, Senin, 22 Desember 2025.
Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid saat menyampaikan rilis akhir tahun pengungkapan kasus narkotika 2025 di Kantor BNN Banten, Kota Serang, Senin, 22 Desember 2025.

KILAS BANTEN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Banten mencatat peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus narkotika sepanjang 2025. Fakta tersebut disampaikan dalam rilis akhir tahun yang digelar di Kantor BNN Provinsi Banten, Kota Serang, Senin, 22 Desember 2025. Capaian ini menunjukkan eskalasi kinerja aparat dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Banten.

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid menyampaikan bahwa rilis akhir tahun ini merupakan tindak lanjut dari arahan BNN Republik Indonesia usai penyampaian rilis nasional. Ia menegaskan BNN Banten terus memperkuat strategi pemberantasan jaringan narkotika, sekaligus mengembangkan program rehabilitasi dan pencegahan secara berkelanjutan.

“Sepanjang 2025, kami fokus pada pengungkapan peredaran gelap narkotika dan memutus jaringan sindikat yang beroperasi di wilayah Banten,” ujar Rohmad.

Di bidang pemberantasan dan intelijen, BNN Banten mencatat pengungkapan 23 kasus tindak pidana narkotika. Jumlah ini melampaui target tahunan sebanyak 20 kasus. Dari total tersebut, 20 kasus melibatkan tersangka, sementara tiga kasus lainnya merupakan temuan barang bukti tanpa tersangka. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat lima berkas perkara dengan 13 tersangka serta dua kasus temuan.

Dari sisi pelaku, mayoritas tersangka berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 17 orang, sedangkan perempuan tercatat tiga orang. Seluruh tersangka merupakan warga negara Indonesia. Berdasarkan latar belakang pendidikan, sebanyak 17 orang merupakan lulusan SMA atau sederajat dan tiga orang lulusan SMP. Dari kelompok usia, 19 tersangka berusia di atas 30 tahun dan satu orang berada pada rentang usia 25 hingga 29 tahun.

Perubahan APBD Kota Serang 2026, Budi Rustandi Dorong Belanja Lebih Tepat Sasaran

BNN Banten juga mengungkap jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sepanjang 2025. Barang bukti tersebut meliputi sabu seberat 5.725,711 gram atau sekitar 5,7 kilogram, ganja seberat 14.510,6 gram atau 14,5 kilogram, serta 2.410 butir ekstasi. Dari pengungkapan ini, potensi kerugian negara akibat peredaran narkotika diperkirakan mencapai Rp5,8 miliar.

BNN Banten mengasumsikan keberhasilan pengungkapan kasus ini mampu menyelamatkan sedikitnya 52.767 orang dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Angka tersebut dihitung berdasarkan estimasi potensi pengguna yang dapat terpapar jika barang haram tersebut beredar di masyarakat.

Di sektor rehabilitasi, kinerja BNN Banten juga melampaui target yang telah ditetapkan. Layanan rehabilitasi rawat jalan yang ditargetkan menjangkau 45 klien, terealisasi hingga 117 klien. Sementara itu, layanan skrining kesehatan penyalahgunaan narkoba ditargetkan untuk 200 orang dan telah menjangkau 156 orang hingga akhir tahun, dengan upaya percepatan yang masih terus dilakukan.

BNN Banten turut memperkuat pendekatan berbasis masyarakat melalui pembentukan satu unit Intervensi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Unit ini ditetapkan melalui surat keputusan BNN RI dan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparatur kelurahan. Sebanyak enam agen pemulihan aktif mendampingi warga dalam upaya pencegahan dan pemulihan.

Selain itu, program pascarehabilitasi dijalankan melalui pengukuran kualitas hidup terhadap 70 klien. Program ini dipadukan dengan pengembangan keterampilan dan produktivitas ekonomi. Salah satu bentuknya adalah kelompok ternak bebek petelur yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan peternak lokal.

Pesta Rakyat Cibaliung Heboh Bak Lebaran, Gubernur Banten Bidik Event Nasional

“Program ini tidak hanya memulihkan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi klien agar tidak kembali terjerumus,” kata Rohmad.

Pada aspek pencegahan, BNN Banten aktif menggelar edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum. Sepanjang 2025, kegiatan ini dilaksanakan di delapan kabupaten dan kota. BNN Banten juga menetapkan Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, sebagai Desa Bersinar yang terintegrasi dengan pembangunan lingkungan dan penguatan ketahanan keluarga.

Menutup rilis akhir tahun, Rohmad menyampaikan BNN Provinsi Banten meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya predikat informatif dari Komisi Informasi Publik Provinsi Banten serta penunjukan sebagai proyek percontohan tes urine perangkat desa tingkat nasional.

“Kami berkomitmen menjaga konsistensi kinerja dan memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan Banten yang bersih dari narkoba,” ujar Rohmad.

Rektor UIN Banten Tegaskan Anggaran Tak Boleh Sekadar Habis: Setiap Rupiah Wajib Hasilkan Kinerja Nyata
× Advertisement
× Advertisement