BNN Banten Gasak Jaringan Narkoba 2025, Sabu dan Ganja Puluhan Kilogram Disita, Lebih 52 Ribu Warga Terselamatkan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid saat menyampaikan rilis akhir tahun pengungkapan kasus narkotika 2025 di Kantor BNN Banten, Kota Serang, Senin, 22 Desember 2025.

i

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Rohmad Nursahid saat menyampaikan rilis akhir tahun pengungkapan kasus narkotika 2025 di Kantor BNN Banten, Kota Serang, Senin, 22 Desember 2025.

BNN Banten juga mengungkap jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sepanjang 2025. Barang bukti tersebut meliputi sabu seberat 5.725,711 gram atau sekitar 5,7 kilogram, ganja seberat 14.510,6 gram atau 14,5 kilogram, serta 2.410 butir ekstasi. Dari pengungkapan ini, potensi kerugian negara akibat peredaran narkotika diperkirakan mencapai Rp5,8 miliar.

BNN Banten mengasumsikan keberhasilan pengungkapan kasus ini mampu menyelamatkan sedikitnya 52.767 orang dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Angka tersebut dihitung berdasarkan estimasi potensi pengguna yang dapat terpapar jika barang haram tersebut beredar di masyarakat.

Di sektor rehabilitasi, kinerja BNN Banten juga melampaui target yang telah ditetapkan. Layanan rehabilitasi rawat jalan yang ditargetkan menjangkau 45 klien, terealisasi hingga 117 klien. Sementara itu, layanan skrining kesehatan penyalahgunaan narkoba ditargetkan untuk 200 orang dan telah menjangkau 156 orang hingga akhir tahun, dengan upaya percepatan yang masih terus dilakukan.

BNN Banten turut memperkuat pendekatan berbasis masyarakat melalui pembentukan satu unit Intervensi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Unit ini ditetapkan melalui surat keputusan BNN RI dan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparatur kelurahan. Sebanyak enam agen pemulihan aktif mendampingi warga dalam upaya pencegahan dan pemulihan.

Selain itu, program pascarehabilitasi dijalankan melalui pengukuran kualitas hidup terhadap 70 klien. Program ini dipadukan dengan pengembangan keterampilan dan produktivitas ekonomi. Salah satu bentuknya adalah kelompok ternak bebek petelur yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan peternak lokal.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
BNN Provinsi Banten mengungkap lonjakan kasus narkoba sepanjang 2025. Puluhan kilogram sabu dan ganja disita, puluhan ribu warga berhasil diselamatkan dari ancaman narkotika.

Berita Terkait

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Berita Terbaru