KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Kampus negeri ini resmi menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Penandatanganan PKS dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Cilegon dan dirangkai dengan agenda silaturahmi jajaran pimpinan rektorat UIN SMH Banten. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penerima beasiswa, khususnya mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang berdomisili di wilayah Kota Cilegon.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Fajri Ali, menyambut langsung kedatangan pimpinan perguruan tinggi. Ia menyampaikan apresiasi atas kesediaan UIN SMH Banten untuk terus bersinergi dalam program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Dalam keterangannya, Fajri menyampaikan permohonan maaf karena belum sepenuhnya mengenal seluruh pimpinan kampus yang hadir. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai Ketua BAZNAS Kota Cilegon selama sekitar tiga hingga empat bulan terakhir. Meski masa jabatannya masih relatif singkat, Fajri menegaskan bahwa kinerja BAZNAS Kota Cilegon menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia menyebut periode 2025–2026 menjadi fase penting bagi penguatan berbagai program BAZNAS. Salah satu fokus utama adalah pengembangan program beasiswa pendidikan yang dinilai memiliki dampak jangka panjang.
“Alhamdulillah, BAZNAS Kota Cilegon terus mengalami peningkatan. Saat ini terdapat 30 mahasiswa penerima beasiswa SKSS yang berasal dari lima perguruan tinggi terbaik di Banten,” ujar Fajri, Senin, 9 Februari 2026.
Fajri menjelaskan bahwa pada tahap awal, program Beasiswa SKSS hanya melibatkan dua perguruan tinggi, yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) dan UIN SMH Banten. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya dukungan, BAZNAS Kota Cilegon memperluas kerja sama dengan sejumlah kampus lain.
Perguruan tinggi di wilayah Kota Cilegon, seperti Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL), turut dilibatkan bersama institusi pendidikan tinggi lainnya. Perluasan ini dilakukan agar semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat merasakan manfaat program SKSS.
Selain beasiswa pendidikan, BAZNAS Kota Cilegon juga mengelola berbagai program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu, pembekalan dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sejumlah program sosial dan ekonomi lainnya.
Menurut Fajri, program SKSS bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Program ini dirancang sebagai investasi sumber daya manusia yang diharapkan mampu mendorong mobilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
“Harapan kami, mahasiswa penerima SKSS dapat meningkatkan derajat keluarganya melalui pendidikan. Gelar sarjana yang diraih diharapkan menjadi bekal untuk memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Cilegon, Isomudin, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pertemuan tersebut. Ia menilai kunjungan pimpinan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang berkelanjutan antara BAZNAS dan dunia akademik.
Isomudin menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program SKSS, BAZNAS menerapkan mekanisme seleksi yang ketat. Tim BAZNAS melakukan survei dan monitoring langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima beasiswa benar-benar memenuhi kriteria. Sejumlah ketentuan juga ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi data.
Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr. Dedi Sunardi, M.H., turut menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait kriteria penerima beasiswa.
“Salah satu isu yang dibahas adalah kondisi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang telah memiliki anggota keluarga bergelar sarjana,” katanya.
Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif dengan pembahasan mendalam terkait data serta mekanisme validasi hasil survei. Seluruh pihak sepakat bahwa transparansi, akuntabilitas, dan akurasi data menjadi kunci keberhasilan program Beasiswa SKSS.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan PKS antara UIN SMH Banten dan BAZNAS Kota Cilegon. Penandatanganan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Kota Cilegon. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

