KILAS BANTEN – Semangat membangun prestasi olahraga catur di Provinsi Banten terus digelorakan Pemerintah Provinsi Banten. Melalui Turnamen Terbuka Catur Nonmaster Dimyati Cup yang digelar di Food Terrace Maja City, Kabupaten Lebak, Minggu, 24 Mei 2026 kemarin, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan komitmennya mencetak pecatur berkelas dunia dari Tanah Jawara.
Turnamen berskala nasional itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tersebut bukan hanya menjadi arena adu strategi, tetapi juga sarana pembinaan atlet muda potensial di cabang olahraga catur.
Saat membuka turnamen, Dimyati menilai kompetisi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan sekaligus pengalaman bertanding para atlet.
“Turnamen ini untuk mengasah kemampuan para pecatur,” ujar Dimyati, dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menegaskan, Banten memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet catur berprestasi. Selama ini, sejumlah pecatur asal Banten telah berhasil menembus level nasional hingga internasional. Karena itu, ia mendorong agar kompetisi serupa terus digelar secara rutin dan berkelanjutan.
Menurut Dimyati, intensitas pertandingan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan atlet muda. Selain mengasah teknik permainan, kompetisi juga mampu membangun mental bertanding dan daya analisis para pecatur.
Ia optimistis, jika pembinaan dilakukan secara serius dan konsisten, Banten dapat melahirkan grandmaster catur yang mampu bersaing di panggung dunia.
Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menyoroti munculnya talenta muda asal Kabupaten Tangerang bernama Nadiv Asadel. Pecatur muda tersebut dinilai menjadi salah satu aset masa depan olahraga catur Indonesia karena berhasil menembus ajang internasional di usia sangat muda.
“Ini bibit dari Banten yang sudah berhasil menembus dunia dalam usia muda,” katanya.
Nadiv diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar di Sekolah Alam Mekar Bakti Tangerang. Meski masih berusia muda, ia sukses mencatat prestasi membanggakan dengan lolos ke ajang FIDE World Cadets Cup 2026 yang akan berlangsung di Georgia, Eropa, pada 15 hingga 28 Juni 2026.
Keberhasilan itu membuat Nadiv menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk kategori usia 8 hingga 12 tahun dalam kejuaraan dunia tersebut. Prestasi itu pun mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Banten.
Dimyati berharap Nadiv dapat terus meningkatkan kemampuan serta memperbanyak pengalaman bertanding, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga mendoakan agar pecatur muda tersebut mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
“Semoga diberi kelancaran dan berhasil menjadi juara,” ungkapnya.
Dukungan terhadap Nadiv juga datang dari keluarga. Orang tua Nadiv, Hendriyanto, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan moral yang diberikan Wakil Gubernur Banten kepada putranya.
“Nadiv satu-satunya peserta kejuaraan dunia dari Indonesia usia 8-12 tahun,” kata Hendriyanto.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Lebak, Ace Sumirsa Ali, menjelaskan bahwa Turnamen Terbuka Catur Nonmaster Dimyati Cup berlangsung dengan sistem delapan babak pertandingan.
“Peserta berjumlah 168 orang. Sistem pertandingan yang dipergunakan delapan babak. Yaitu sistem pertandingan setiap peserta diberi kesempatan delapan kali bertanding,” ujarnya.
Ace mengatakan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Sulawesi Selatan. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa turnamen tersebut mendapat perhatian besar dari komunitas pecatur nasional.
Turnamen Dimyati Cup pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga catur di Banten. Selain membuka ruang kompetisi bagi atlet muda, ajang ini juga dinilai mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga prestasi di daerah.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas olahraga, serta pembinaan yang berkesinambungan, Banten kini mulai menatap peluang melahirkan pecatur hebat yang mampu mengibarkan Merah Putih di level internasional.***

