KILAS BANTEN – Pasar Anyar Tangerang kini tampil dengan wajah baru. Kawasan yang dulu identik dengan tumpukan sampah dan bau menyengat itu berubah menjadi pusat pengolahan limbah modern berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF).
Lewat inovasi tersebut, sampah organik dari aktivitas pasar disulap menjadi pakan ternak berprotein tinggi yang memiliki nilai ekonomi. Program ini lahir dari kolaborasi antara Unit Pengelola Pasar Anyar dan Rumah Edukasi OC di Kota Tangerang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pengolahan limbah berbasis maggot BSF dinilai menjadi solusi efektif untuk mengatasi persoalan sampah pasar sekaligus membantu peternak mendapatkan pakan dengan harga lebih murah.
Pengelola Rumah Edukasi OC, Hok Tjuan Wula Djana, mengatakan metode maggot dipilih karena prosesnya jauh lebih cepat dibandingkan sistem pengolahan sampah konvensional seperti pengomposan.
Menurut dia, pengolahan menggunakan teknik maggot ring mampu menghabiskan sampah organik hanya dalam waktu semalam.
“Kami menggunakan maggot teknik ring. Sampah seperti sisa makanan dan sayuran diberikan sore hari, lalu pagi harinya sudah habis dimakan maggot,” ujar Hok Tjuan, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, satu kilogram maggot BSF dapat mengurai tiga hingga empat kilogram sampah organik setiap hari. Saat ini Rumah Edukasi OC telah memiliki 30 unit pengolahan sampah dengan kapasitas sekitar tujuh kilogram per ember.
Jumlah tersebut akan terus ditambah untuk memperbesar kapasitas pengolahan limbah organik di Pasar Anyar. Dalam waktu dekat, pengelola menargetkan memiliki 90 unit pengolahan dengan kemampuan mengolah hingga 300 kilogram sampah organik per hari.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















