Menurutnya, budaya ngopi manual brew memiliki nilai tersendiri karena mampu menghadirkan rasa kopi yang lebih jujur tanpa terlalu banyak campuran tambahan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari pelanggan. Tidak sedikit pengunjung datang dari luar wilayah Tangerang hanya untuk menikmati suasana dan sajian kopi di Brew Bika.
Meski dikenal sebagai kedai manual brew, Brew Bika tetap menyediakan berbagai menu lain untuk pelanggan yang belum terbiasa menikmati kopi filter. Menu seperti café latte, americano, hingga racikan kopi dengan campuran buah menjadi pilihan favorit pengunjung.
Selain itu, tersedia pula minuman nonkopi seperti black strawberry dan rosella beer yang cukup diminati pelanggan muda.
“Jangan khawatir kalau memang belum suka manual brew, kami juga menyediakan menu lainnya termasuk kopi susu sampai americano yang dipadukan dengan berbagai buah,” kata Rabika.
Tidak hanya menawarkan minuman, Brew Bika juga menyediakan berbagai makanan pendamping. Menu seperti chicken tomyam dan chicken basilia menjadi sajian favorit untuk menemani waktu bersantai pelanggan.
Menariknya, seluruh menu di kedai ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, mulai Rp18 ribu hingga Rp40 ribu. Harga tersebut dinilai kompetitif untuk ukuran specialty coffee shop di Kota Tangerang.
Suasana kedai yang tenang juga membuat Brew Bika mulai dilirik sebagai tempat Work From Anywhere (WFA). Banyak pelanggan memilih bekerja sambil menikmati kopi karena suasananya nyaman dan jauh dari kebisingan jalan raya.
Penulis : Wahyu
Editor : Taufik
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















