Gaspol PMB PTKIN 2026, Kemenag dan Kampus Islam Negeri Bangun Barisan Nasional

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Kanwil Kemenag dan PTKIN se-Indonesia mengikuti forum Sinergitas Kanwil Kemenag Bersama PTKIN di Surabaya, Januari 2025.

i

Pimpinan Kanwil Kemenag dan PTKIN se-Indonesia mengikuti forum Sinergitas Kanwil Kemenag Bersama PTKIN di Surabaya, Januari 2025.

KILAS BANTEN – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri mulai menggeber persiapan menuju PMB PTKIN 2026. Langkah ini ditandai dengan penguatan kolaborasi nasional antara Kantor Wilayah Kementerian Agama dan pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia.

 

Penguatan komitmen tersebut berlangsung dalam forum Sinergitas Kanwil Kemenag Bersama PTKIN. Kegiatan digelar di Hotel Oakwood, Surabaya, pada 22–24 Januari 2025. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pandangan dan memperkuat tata kelola seleksi mahasiswa baru di lingkungan kampus Islam negeri.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Panitia menilai PMB PTKIN 2026 tidak cukup dipersiapkan secara teknis. Proses seleksi dipandang sebagai tahap awal dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang memiliki integritas, sikap moderat, dan daya saing global. Karena itu, sistem penerimaan harus dibangun secara menyeluruh dan berkeadilan.

Baca Juga  UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

 

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd. Aziz, menegaskan bahwa kualitas seleksi tidak hanya diukur dari kelancaran sistem digital atau jumlah pendaftar. Menurutnya, prinsip dasar dalam proses seleksi menjadi penentu utama keberhasilan penerimaan mahasiswa.

 

“PMB PTKIN 2026 harus berlandaskan akuntabilitas, transparansi, objektivitas, dan keadilan akses. Sinergi yang kuat antara Kementerian Agama dan PTKIN menjadi fondasi utama,” ujar Prof. Aziz.

 

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar kebijakan nasional dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Tanpa sinergi yang solid, potensi peserta didik di daerah berisiko tidak terakomodasi secara optimal akibat keterbatasan informasi.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Kementerian Agama dan PTKIN se-Indonesia memperkuat kolaborasi nasional untuk menyukseskan PMB PTKIN 2026 yang transparan, adil, dan berorientasi mutu.

Berita Terkait

-

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

-

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

Berita Terbaru