KILAS BANTEN – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri mulai menggeber persiapan menuju PMB PTKIN 2026. Langkah ini ditandai dengan penguatan kolaborasi nasional antara Kantor Wilayah Kementerian Agama dan pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia.
Penguatan komitmen tersebut berlangsung dalam forum Sinergitas Kanwil Kemenag Bersama PTKIN. Kegiatan digelar di Hotel Oakwood, Surabaya, pada 22–24 Januari 2025. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pandangan dan memperkuat tata kelola seleksi mahasiswa baru di lingkungan kampus Islam negeri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia menilai PMB PTKIN 2026 tidak cukup dipersiapkan secara teknis. Proses seleksi dipandang sebagai tahap awal dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang memiliki integritas, sikap moderat, dan daya saing global. Karena itu, sistem penerimaan harus dibangun secara menyeluruh dan berkeadilan.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd. Aziz, menegaskan bahwa kualitas seleksi tidak hanya diukur dari kelancaran sistem digital atau jumlah pendaftar. Menurutnya, prinsip dasar dalam proses seleksi menjadi penentu utama keberhasilan penerimaan mahasiswa.
“PMB PTKIN 2026 harus berlandaskan akuntabilitas, transparansi, objektivitas, dan keadilan akses. Sinergi yang kuat antara Kementerian Agama dan PTKIN menjadi fondasi utama,” ujar Prof. Aziz.
Ia menjelaskan, kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar kebijakan nasional dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Tanpa sinergi yang solid, potensi peserta didik di daerah berisiko tidak terakomodasi secara optimal akibat keterbatasan informasi.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















