Gaspol PMB PTKIN 2026, Kemenag dan Kampus Islam Negeri Bangun Barisan Nasional

Kilas Banten
26 Jan 2026 23:15
3 menit membaca

 

Hal senada disampaikan Ketua Forum PTKIN, Prof. Masnun Tahir. Ia menyebut PTKIN memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, proses seleksi mahasiswa harus dirancang secara matang sejak tahap awal.

 

“PMB merupakan gerbang utama. Dari proses inilah PTKIN menentukan kualitas lulusan di masa depan, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan memiliki komitmen kebangsaan,” kata Prof. Masnun.

 

Dalam diskusi inti, perhatian besar diarahkan pada peran Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kanwil dipandang sebagai penghubung langsung antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di lapangan, terutama dalam hal sosialisasi dan pengawasan.

Baca Juga  Kemenag: Kunci Kejayaan UIN Banten, Komitmen Sivitas Akademika Jadi Faktor Penentu

 

Koordinator Forum Kepala Kanwil Kemenag, Dr. Muhammad Tambrin, menjelaskan bahwa Kanwil memiliki jaringan luas hingga ke satuan pendidikan. Peran tersebut dinilai krusial dalam memastikan pemerataan akses informasi PMB PTKIN.

 

“Dengan keterlibatan aktif Kanwil, siswa MAN, MA, MAK, PDF, dan sekolah sederajat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses PTKIN dan bersaing secara sehat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pengawasan di tingkat daerah juga penting untuk menjaga integritas proses seleksi agar tetap sesuai dengan ketentuan nasional yang telah ditetapkan.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, menyoroti pentingnya validitas data dan keseragaman informasi. Menurutnya, perbedaan pemahaman di daerah kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru.