UIN Banten Tancap Gas Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, IAIN Kendari Jadi Kiblat Studi Tiru

Kilas Banten
27 Des 2025 18:31
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten semakin mematangkan rencana pembukaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Keseriusan itu ditunjukkan melalui kunjungan studi tiru ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Ishom bersama Wakil Rektor II Ali Muhtarom.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar UIN Banten dalam mengembangkan program akademik yang mengakui pengalaman kerja dan pembelajaran nonformal. Program RPL dinilai menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi terkendala waktu, biaya, dan pola perkuliahan reguler.

Rektor UIN Banten Prof. Ishom menjelaskan, pemilihan IAIN Kendari sebagai lokasi studi tiru bukan tanpa alasan. Kampus tersebut dinilai berhasil mengelola Program RPL secara konsisten selama dua tahun terakhir. Selain itu, IAIN Kendari dianggap memiliki sistem teknis dan tata kelola yang telah berjalan sesuai regulasi pendidikan tinggi.

Baca Juga  Heboh di Kalangan ASN, Wacana PPPK Jadi PNS Makin Serius, DPR Sudah Setuju?

“Kami ingin belajar langsung dari kampus yang sudah lebih dulu menjalankan RPL. IAIN Kendari memiliki pengalaman nyata, mulai dari sistem perkuliahan, mekanisme asesmen, hingga pengelolaan program secara menyeluruh,” ujar Prof. Ishom, Sabtu, 27 Desember 2025.

Ia menambahkan, studi tiru ini bertujuan memperoleh gambaran utuh tentang pelaksanaan Program RPL. UIN Banten ingin memahami secara rinci proses konversi pengalaman kerja menjadi satuan kredit semester (SKS), pola penerimaan mahasiswa, serta model pembelajaran yang diterapkan.