Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

i

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

KILAS BANTEN – Gelombang baru gerakan anak muda dalam merawat perdamaian mulai terlihat. Program PeaceLab: Promoting Peace through Culture & History Education hadir sebagai terobosan segar yang menggabungkan edukasi budaya dan sejarah dengan isu perdamaian. Inisiatif ini langsung mencuri perhatian karena pendekatannya yang relevan dengan generasi muda.

 

Program ini mendorong peserta untuk memahami akar budaya dan sejarah sebagai fondasi utama membangun masyarakat yang harmonis. Tidak sekadar belajar teori, peserta aktif berdiskusi dan terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif. Mereka diajak melihat identitas diri secara lebih dalam sekaligus memahami tantangan sosial yang ada.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

PeaceLab digagas oleh komunitas JASUKE (Java Super Keren) Alumni AS, yang merupakan jaringan alumni program Pemerintah Amerika Serikat di wilayah Jawa. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui Alumni AS Network. Sejumlah organisasi turut berkolaborasi, mulai dari komunitas mahasiswa hingga lembaga sosial dan pendidikan.

Baca Juga  UIN Banten Tancap Gas Buka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, IAIN Kendari Jadi Kiblat Studi Tiru

 

Selain itu, dukungan juga datang dari instansi pemerintah. Di antaranya Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magetan. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat pelaksanaan program sekaligus memperluas dampaknya.

 

Di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, PeaceLab menawarkan pendekatan berbeda. Program ini mengintegrasikan pembelajaran sejarah dengan isu-isu penting seperti perdamaian, berpikir kritis, dan partisipasi sipil. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak menganalisis dan merefleksikan peran budaya dalam mencegah konflik sosial.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Sekretariat Pengurus Besar PMII Dirusak, LBH Seret Pelaku Perusakan ke Meja Hijau
Benarkah, Dana KJP Plus Februari 2026 Secara Bertahap Mulai Pertengahan Bulan? Simak Ini Penjelasannya
Rakornas Pendidikan Islam 2026 di Jakarta, Rektor UIN SMH Banten Turut Menentukan Arah SDM dan Masa Depan Madrasah
HPN 2026, Menkomdigi Meutya: Pemerintah Siapkan Regulasi AI demi Menyelamatkan Masa Depan Pers Nasional
Program PeaceLab sukses menggerakkan generasi muda untuk merawat perdamaian melalui edukasi budaya dan sejarah. Inisiatif ini dinilai efektif membangun kesadaran kritis dan toleransi di tengah tantangan sosial.

Berita Terkait

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

-

Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya

-

Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya

-

Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi

Berita Terbaru