Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Kamis, 2 April 2026 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

i

Peserta PeaceLab mengikuti diskusi interaktif dalam lokakarya budaya dan sejarah di Magetan, Jawa Timur, awal 2026.

 

Program ini menyasar pemuda berusia 16 hingga 25 tahun. Kelompok ini dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, mereka dilatih untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan inklusif dan toleran.

 

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan PeaceLab digelar secara hibrida. Metode ini memungkinkan jangkauan peserta lebih luas. Kegiatan dimulai dengan lokakarya tatap muka di Magetan pada 31 Januari 2026. Dalam sesi tersebut, peserta mengikuti diskusi interaktif bersama para ahli di bidang budaya, sejarah, dan keterlibatan sipil.

 

Peserta juga dibagi dalam kelompok untuk bertukar gagasan. Mereka mengembangkan pemahaman praktis tentang bagaimana budaya dan sejarah dapat menjadi alat membangun perdamaian. Interaksi ini menjadi ruang belajar yang dinamis dan aplikatif.

Baca Juga  Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

 

Sebagai kelanjutan, PeaceLab mengadakan talk show daring pada bulan berikutnya. Kegiatan ini melibatkan audiens yang lebih luas. Sejumlah ahli, alumni, dan tokoh masyarakat hadir sebagai pembicara. Diskusi berlangsung aktif dan membahas strategi konkret dalam mencegah konflik sosial berbasis pendekatan budaya.

 

Forum daring ini juga membuka ruang dialog publik. Peserta dan audiens dapat bertukar pandangan secara terbuka. Hal ini memperkuat ketahanan komunitas melalui komunikasi yang inklusif dan konstruktif.

 

Salah satu peserta mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti program ini. “Saya jadi lebih paham bahwa budaya bukan sekadar warisan, tapi juga alat untuk menyatukan masyarakat,” ujarnya pada Kamis, 2 April 2026.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Sumber Berita: KILASBANTEN.COM

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden
Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus
Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata
Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi
Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Program PeaceLab sukses menggerakkan generasi muda untuk merawat perdamaian melalui edukasi budaya dan sejarah. Inisiatif ini dinilai efektif membangun kesadaran kritis dan toleransi di tengah tantangan sosial.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:00

Gelombang Buruh Serang-Tangerang Padati Monas, KSPN Nikomas Gemilang Serukan Tuntutan di Hadapan Presiden

Jumat, 24 April 2026 - 17:00

Benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga, UIN Banten Perkuat Upaya Layanan Informasi Publik dan Akuntabilitas Kampus

Senin, 20 April 2026 - 16:22

Di Harlah PMII ke-66, Fathan Subchi: Jangan Sekadar Bergerak, Harus Berdampak Nyata

Senin, 20 April 2026 - 15:00

Heboh Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Rektor UIN Banten Prof Ishom Sebut Boleh, Tapi Soroti Etika dan Cara Manusiawi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:00

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru