PGMI UIN Banten Melalui Seminar Era AI, Calon Guru Dibekali Robotik untuk Hadapi Revolusi Pendidikan Digital

Kilas Banten
21 Mei 2026 07:00
Banten 0
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah sistem pendidikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Seminar PGMI 2026 bertema “Pemanfaatan AI dan Robotik dalam Pembelajaran”.

 

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Banten itu dihadiri ratusan peserta. Mereka terdiri atas dosen, kepala sekolah, guru, hingga mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

 

Seminar ini menjadi langkah strategis kampus dalam menyiapkan calon guru menghadapi perubahan dunia pendidikan di era digital. AI dan teknologi robotik dinilai akan menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran masa depan.

 

Ketua Program Studi PGMI UIN Banten, Fithri Meilawati, mengatakan dunia pendidikan tidak bisa lagi dipisahkan dari perkembangan teknologi. Menurutnya, tenaga pendidik harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta memperoleh wawasan dan inspirasi baru terkait penerapan AI dan robotik dalam pembelajaran, sekaligus membuka peluang inovasi pendidikan di masa depan,” ujar Fithri Meilawati, Kamis, 21 Mei 2026.

 

Ia menegaskan, pemanfaatan AI bukan sekadar penggunaan perangkat digital. Teknologi tersebut juga mendorong perubahan metode belajar agar lebih kreatif, efektif, dan interaktif.

 

Dalam seminar tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teoritis. Panitia juga menghadirkan simulasi penggunaan perangkat berbasis AI yang dapat mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah dasar.

 

Peserta diperkenalkan dengan berbagai teknologi yang mampu membantu guru menyusun materi pembelajaran interaktif. Selain itu, AI juga dinilai dapat mempermudah pengelolaan administrasi pendidikan dan meningkatkan komunikasi antara guru dengan siswa.

 

Tidak hanya AI, teknologi robotik juga menjadi perhatian utama dalam seminar itu. Robotik dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sejak usia dini. Penggunaan media pembelajaran berbasis robotik juga diyakini dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

 

Sejumlah peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai seminar seperti ini penting untuk memperluas wawasan tenaga pendidik terkait arah perkembangan pendidikan modern.

 

Mahasiswa PGMI yang hadir mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya penguasaan teknologi di dunia pendidikan. Menurut mereka, guru masa depan tidak cukup hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.

 

Di tengah percepatan transformasi digital, dunia pendidikan memang menghadapi tantangan besar. Pola belajar generasi muda terus berubah seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

 

Karena itu, lembaga pendidikan dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan zaman. Kehadiran AI diyakini dapat membantu menciptakan sistem belajar yang lebih fleksibel, personal, dan efektif.

 

Meski demikian, para pendidik tetap diingatkan agar tidak mengabaikan pendidikan karakter. AI dan robotik diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran guru sepenuhnya.

 

Guru tetap memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial, menanamkan nilai moral, serta membentuk karakter siswa. Teknologi hanya menjadi sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

Melalui seminar ini, PGMI UIN Banten berharap mampu melahirkan calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kampus juga ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan selaras dengan perkembangan global.

 

Penguatan kompetensi digital bagi calon guru dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah revolusi industri dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Dengan kesiapan tersebut, dunia pendidikan Indonesia diharapkan mampu bersaing dan menghadapi tantangan pembelajaran masa depan.***