KILAS BANTEN – Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten kembali menegaskan komitmennya dalam membina mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Melalui Pembinaan Mahasiswa KIP-K Semester II yang digelar secara daring pada Minggu, 28 Desember 2025, kampus ini menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar fasilitas kuliah gratis, melainkan amanah negara yang harus dijawab dengan prestasi dan kontribusi nyata.
Kegiatan pembinaan yang dikoordinasikan Ma’had Al-Jami’ah tersebut menjadi bagian dari pola pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima KIP-K. Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus membentuk karakter, integritas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika kehidupan sosial setelah lulus.
Wakil Rektor III UIN SMH Banten, Dr Dedi Sunardi, menegaskan bahwa mahasiswa KIP-K memikul tanggung jawab moral dan intelektual yang besar.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, bantuan pendidikan dari negara harus diimbangi dengan komitmen menjaga prestasi dan sikap sebagai insan akademik.
“Beasiswa ini adalah kepercayaan negara. Mahasiswa harus menjawabnya dengan prestasi akademik, kedisiplinan, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keilmuan,” ujar Dedi Sunardi, Minggu, 28 Desember 2025.
Ia menambahkan, mahasiswa KIP-K tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Mahasiswa juga harus mampu memosisikan diri sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Semangat kebangsaan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting untuk menjalankan peran tersebut.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















