Program unggulan Gubernur Banten Andra Soni tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mengurangi kesenjangan pembangunan di berbagai daerahKILAS BANTEN – Pemprov Banten terus mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Program unggulan Gubernur Banten Andra Soni tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi masyarakat, serta mengurangi kesenjangan pembangunan di berbagai daerah.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan jalan desa bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa.
“Kita saat ini memiliki pemimpin yang fokus membangun dari desa. Hal itu sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ujar Andra Soni, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan masih banyak desa di Banten yang menghadapi keterbatasan anggaran untuk membangun infrastruktur dasar. Dana desa yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan jalan, sementara mobilitas masyarakat terus meningkat setiap tahun.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan Program Bang Andra sebagai bentuk dukungan percepatan pembangunan jalan desa. Program ini diharapkan mampu membuka akses menuju sentra ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sepanjang 2025, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemprov Banten membangun 62 ruas jalan desa dan satu jembatan dengan total panjang sekitar 71 kilometer. Seluruh pekerjaan tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar.
Pembangunan tersebar di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, hingga Kabupaten Tangerang. Pandeglang dan Lebak menjadi wilayah yang memperoleh penanganan lebih banyak karena membutuhkan peningkatan konektivitas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Andra Soni, pembangunan jalan memberikan manfaat langsung bagi warga. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat, biaya transportasi dapat ditekan, dan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pasar menjadi lebih mudah.
“Jalan desa bukan hanya infrastruktur fisik. Jalan yang baik membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Komitmen tersebut berlanjut pada 2026. Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk membangun 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer. Proyek tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.
Andra Soni memastikan pembangunan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Jalan yang dibangun hari ini harus menjadi penghubung tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan seluruh lokasi pembangunan berasal dari usulan pemerintah desa melalui pemerintah kabupaten dan kota. Setelah menerima usulan, DPUPR melakukan survei lapangan untuk memastikan setiap ruas memenuhi kriteria program.
Ia mengatakan prioritas diberikan pada jalan yang menjadi akses menuju sekolah, puskesmas, pasar, hingga kawasan pertanian agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Program Bang Andra juga mendapat apresiasi dari warga. Kholilullah, tokoh masyarakat Desa Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, mengaku kondisi jalan yang kini telah diperbaiki sepanjang 1,3 kilometer membuat aktivitas warga menjadi lebih lancar.
“Dulu jalannya becek dan sulit dilalui. Sekarang hasil panen lebih mudah diangkut dan biaya transportasi menjadi lebih murah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Uswani, Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kabupaten Lebak. Menurutnya, petani kini tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen setelah jalan desa diperbaiki. Warga Desa Sukadame, Kabupaten Pandeglang, juga merasakan manfaat yang sama karena jalan yang sebelumnya rusak kini lebih nyaman dilalui, terutama saat musim hujan.
Pembangunan infrastruktur tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Pada 2025, ekonomi Banten tumbuh 5,37 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 5,11 persen. Sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan sebesar 9,60 persen.
Kinerja positif itu berlanjut pada triwulan I 2026. Ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen secara tahunan. Sektor pertanian kembali menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan mencapai 17,88 persen. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 111,81 dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 117,43 juga menunjukkan daya beli serta kemampuan usaha petani di Banten semakin membaik.***