PAD Kabupaten Serang 2025 Jadi Sorotan Tajam DPRD, Retribusi Sampah Meroket, Kios Pasar Tertatih

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, saat menyampaikan evaluasi realisasi PAD 2025 yang menyoroti tingginya retribusi sampah dan rendahnya capaian retribusi kios pasar.

i

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, saat menyampaikan evaluasi realisasi PAD 2025 yang menyoroti tingginya retribusi sampah dan rendahnya capaian retribusi kios pasar.

KILAS BANTEN – Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Serang tahun anggaran 2025 menjadi perhatian serius DPRD. Hingga pertengahan Desember, realisasi penerimaan daerah dinilai belum sepenuhnya optimal. Sejumlah sektor mencatat capaian tinggi, tetapi beberapa pos retribusi masih tertinggal jauh dari target.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PKS, Supiyanto, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan per 10 Desember 2025, realisasi retribusi daerah secara keseluruhan baru mencapai sekitar 85 persen. Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang perbaikan dalam pengelolaan pendapatan daerah.

“Kalau kita lihat datanya sampai per tanggal 10 Desember, retribusi secara keseluruhan baru di angka 85 persen,” ujar Supiyanto, Kamis, 18 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam struktur PAD Kabupaten Serang, retribusi daerah terbagi dalam dua kelompok utama, yakni retribusi jasa umum dan retribusi jasa usaha. Kedua jenis retribusi ini memiliki karakteristik dan tingkat capaian yang berbeda-beda di lapangan.

Baca Juga  Anggota DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas Serap Aspirasi Warga di Said Muncang Kragilan, Fokus pada Perbaikan Jalan dan Penerangan

Supiyanto menyebutkan, salah satu sektor yang menunjukkan kinerja sangat baik adalah retribusi sampah. Realisasi penerimaan dari sektor ini bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Hingga pertengahan Desember, capaian retribusi sampah sudah menembus angka di atas 90 persen.

Menurutnya, retribusi sampah cenderung stabil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Sistem penarikannya relatif rutin dan menjangkau banyak wajib retribusi, baik dari rumah tangga maupun pelaku usaha. Kondisi ini membuat sektor tersebut menjadi penyumbang signifikan bagi PAD Kabupaten Serang 2025.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang
Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global
PHK Sepihak dan THR Tak Dibayar, PT Asietex Disorot: Mediasi Mandek, Buruh Tuntut Kepastian
Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin
DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap
Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama
Dijanjikan Kerja di Turki, PMI Asal Lebak Wangi Serang Justru Terlantar di Irak dengan Luka Parah
Siltap 2026 Ngebut Cair, Perangkat Desa Jawilan Bongkar Bukti Janji Bupati Serang Tak Sekadar Wacana
PAD Kabupaten Serang 2025 disorot DPRD. Retribusi sampah menembus 90 persen, namun retribusi kios dan pasar masih di bawah target. DPRD dorong evaluasi dan pembenahan sistem.

Berita Terkait

-

Akhir Penantian 30 Tahun, Jembatan Mekarsari Segera Dibangun, Dewan Muhibbin: Dongkrak Ekonomi Warga Kabupaten Serang

-

Sambut Muktamar NU ke-35, PCNU Kota Serang: Kembali ke Khittah dan Perkuat Solidaritas di Tengah Tekanan Global

-

Pembahasan LKPJ Bupati Serang 2025 Mandek, OPD Dituding Dewan Tak Disiplin

-

DPRD Kabupaten Serang Bongkar Bahaya PMI Ilegal, Warga Diingatkan, Jangan Tergiur Jalur Gelap

-

Alun-Alun Cinangka Berubah Jadi Hutan Liar, DPUPR Kabupaten Serang Bongkar Penyebab Utama

Berita Terbaru