Advertisement
Serang

Heboh Tokoh Islam Hadiri Perayaan Natal, Tokoh Agama Kasemen KH Saudi: Hormati Undangan, Stop Fitnah

Tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, memberikan pandangan terkait polemik kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal demi menjaga kerukunan antarumat beragama, Selasa, 30 Desember 2025
Tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, memberikan pandangan terkait polemik kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal demi menjaga kerukunan antarumat beragama, Selasa, 30 Desember 2025

KILAS BANTEN – Polemik kehadiran Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang, KH Matin Syarkowi, dalam perayaan Natal di sebuah gereja terus menuai perhatian publik. Isu ini ramai dibicarakan dan menyebar luas di media sosial. Perdebatan menguat, terutama soal hukum bagi umat Islam masuk ke gereja dan mengucapkan Selamat Natal.

Menanggapi situasi tersebut, tokoh agama Kecamatan Kasemen, KH Saudi Mu’in, angkat bicara. Ia meminta masyarakat menyikapi polemik ini dengan kepala dingin. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh diseret menjadi konflik yang memecah persatuan.

KH Saudi Mu’in menegaskan bahwa kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal dapat dibenarkan dalam konteks tertentu. Salah satunya ketika kehadiran itu didasari undangan resmi dan bertujuan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Menurut pandangan saya, masuk gereja dan mengucapkan Selamat Natal itu diperbolehkan. Terlebih jika yang hadir adalah pengurus FKUB dan mendapatkan undangan resmi,” ujar KH Saudi Mu’in, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menjelaskan, FKUB dibentuk untuk merawat kerukunan antarumat beragama. Peran ini menuntut pengurusnya hadir di ruang-ruang dialog lintas iman. Kehadiran dalam perayaan hari besar agama lain menjadi bagian dari upaya membangun rasa saling menghormati dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.

Jembatan Mekarsari Senilai Rp10,8 Miliar Mulai Dibangun, Warga Serang-Tangerang Segera Nikmati Akses Baru

Menurut KH Saudi Mu’in, kehadiran tersebut tidak bisa dipandang secara sempit.

Ia menilai langkah itu justru mencerminkan komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman. Negara yang plural membutuhkan sikap terbuka dan komunikasi yang sehat antarumat beragama.

Tidak hanya pengurus FKUB, ia juga menilai masyarakat umum tidak perlu ragu memenuhi undangan perayaan keagamaan agama lain. Selama niatnya baik dan tidak melanggar keyakinan pribadi, kehadiran tersebut sah secara sosial.

“Walaupun bukan pengurus FKUB, kalau dapat undangan, tidak apa-apa untuk hadir,” katanya.

Dalam pernyataannya, KH Saudi Mu’in menyoroti maraknya tudingan negatif terhadap tokoh agama yang hadir dalam perayaan Natal. Ia menyayangkan munculnya anggapan bahwa kehadiran tersebut dilandasi kepentingan tertentu, mulai dari pencitraan hingga tuduhan menerima imbalan.

Wali Kota Serang Dukung Fun Bike Jelajah Kota Serang 2026, Rute Berubah Jadi Sekitar 25 Kilometer

Ia menegaskan, tuduhan tanpa dasar yang jelas merupakan fitnah. Menurutnya, fitnah jauh lebih berbahaya dibandingkan perbedaan pandangan. Fitnah berpotensi merusak kepercayaan publik dan merusak tatanan sosial yang sudah dibangun dengan susah payah.

“Kalau menuduh tanpa bukti, itu namanya fitnah. Lebih baik orang yang memenuhi undangan daripada orang yang sibuk memfitnah,” tegasnya.

KH Saudi Mu’in juga mengingatkan tanggung jawab besar para tokoh agama. Setiap ucapan dan sikap mereka dapat memengaruhi cara berpikir umat. Ia menilai sangat berbahaya jika seorang penceramah justru membenarkan fitnah di hadapan jamaah.

“Kalau tokoh agama membenarkan fitnah dalam pengajian, dampaknya sangat buruk. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia mengajak para ulama, kiai, dan penceramah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan keagamaan. Umat, kata dia, harus dibimbing agar terbiasa berpikir jernih, tidak mudah terprovokasi, dan tidak tergesa-gesa menghakimi orang lain.

Maling Berkedok Ojol Grab Beraksi di Masjid BAP 1 Kota Serang, HP Kaum Masjid Raib Saat Terlelap Usai Bersih-bersih

KH Saudi Mu’in juga menyinggung soal niat dalam beramal. Ia menegaskan bahwa niat adalah urusan pribadi antara manusia dan Tuhan. Tidak ada manusia yang mampu menilai keikhlasan orang lain.

“Masalah beramal karena Allah atau karena motif lain itu tidak bisa dibuktikan oleh manusia. Hanya Allah dan orang yang melakukannya yang tahu,” katanya.

Ia menambahkan, menuduh seseorang berbuat baik karena kepentingan tertentu juga tidak dibenarkan dalam ajaran agama. Sikap saling curiga justru akan memperlebar jurang perpecahan.

Melalui pernyataan ini, KH Saudi Mu’in berharap polemik kehadiran tokoh Islam dalam perayaan Natal tidak terus melebar. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi perbedaan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menghentikan fitnah demi keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

× Advertisement
× Advertisement