KILAS BANTEN – Polemik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mereda pasca Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo. A’wan PBNU Masa Khidmat 2022-2027, KH Matin Syarkowi menyampaikan pandangan kritis terhadap arah penyelesaian konflik yang berkembang di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu. Ia menilai peluang islah atau rekonsiliasi kian menyempit.
Pernyataan ini disampaikan KH Matin menanggapi sikap Rais Aam PBNU KH Miftcahul Akhyar yang sebelumnya disampaikan melalui media arus utama di platform YouTube dan diunggah pada Selasa malam, 23 Desember 2025. Menurut KH Matin, pernyataan tersebut justru memunculkan kesan bahwa jalan damai di internal PBNU berada di titik buntu.
“Ketika saya mendengar pernyataan itu dari media mainstream, kesan awal saya justru menunjukkan bahwa jalan islah seolah tertutup. Mudah-mudahan penilaian saya keliru,” ujar KH Matin saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu, 24 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, persoalan di tubuh PBNU bukan hal baru. Konflik dan kegelisahan, menurutnya, sudah lama dirasakan baik oleh kalangan struktural maupun kultural NU. Karena itu, setiap pernyataan pimpinan puncak PBNU semestinya mempertimbangkan dampak lanjutan yang bisa memperpanjang polemik.
KH Matin secara terbuka menyoroti kepemimpinan PBNU periode saat ini yang berada di bawah Rais Aam KH Miftcahul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Ia menilai sejumlah kebijakan yang diambil tidak sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















