Geger Peci Hitam Dicap Haram, Ulama Banten KH Matin Syarkowi: Jangan Mudah Percaya Pernyataan Menyesatkan

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ulama Banten KH Matin Syarkowi memberikan penjelasan keagamaan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Kota Serang, merespons polemik peci hitam yang ramai di media sosial

i

Ulama Banten KH Matin Syarkowi memberikan penjelasan keagamaan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Kota Serang, merespons polemik peci hitam yang ramai di media sosial

KILAS BANTEN – Pernyataan seorang tokoh bernama Abah Aos yang menyebut penggunaan peci hitam sebagai perbuatan haram memicu kehebohan di media sosial. Potongan ceramah tersebut menyebar luas dan menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat. Polemik ini pun mendapat tanggapan dari kalangan ulama, salah satunya Ulama Banten KH Matin Syarkowi.

KH Matin menilai pernyataan keagamaan yang disampaikan tanpa kehati-hatian berpotensi menimbulkan kebingungan umat. Ia mengingatkan bahwa isu hukum halal dan haram bukan perkara ringan karena menyangkut keyakinan dan praktik ibadah umat Islam.

Pandangan tersebut disampaikan KH Matin saat ditemui di Teras al-Banusri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Selasa, 16 Desember 2025. Ia menegaskan, setiap pendapat keagamaan harus disertai dasar ilmu yang jelas dan tidak disampaikan secara serampangan.

“Pendapat saya ini juga pendapat manusia. Bisa benar, bisa salah. Tapi fenomena seperti ini sudah pernah disampaikan Rasulullah sebagai tanda-tanda akhir zaman,” ujar KH Matin.

Ia menjelaskan, di akhir zaman akan banyak muncul pandangan keagamaan yang menyimpang dari pemahaman ulama arus utama. Kondisi itu, menurutnya, telah diingatkan oleh para ulama terdahulu.

KH Matin merujuk pada pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang tertuang dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Dalam kitab tersebut dijelaskan akan muncul berbagai perkataan dan aliran bidah yang berpotensi menyesatkan umat jika tidak disikapi dengan ilmu.

Penulis : Dayat

Editor : Rizki

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan
UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri
Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang
Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang
Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata
UIN Banten Gandeng Bank Indonesia, Program Beasisawa hingga Kebanksentralan 2026 Dibidik untuk Civitas Akademika dan Mahasiswa
Gerakan Pramuka Kampus, UIN SMH Banten Siapkan Jurnal Ilmiah hingga SKS untuk Mahasiswa Aktif
UIN Banten Tembus 10 Besar PTKIN Terbaik Versi UniRank 2026, Bukti Kampus Islam Makin Kompetitif
Polemik peci hitam disebut haram menghebohkan publik. Ulama Banten KH Matin Syarkowi menegaskan hukum tidak ditentukan warna, dan meminta umat waspada terhadap pernyataan keagamaan yang menyesatkan.

Berita Terkait

-

Digedor di Era Digital, UIN Banten Ajak Mahasantri Tulis Buku dan Lawan Budaya Instan

-

UIN Banten Resmi Jadi Markas KKN Nusantara 2026, Ribuan Mahasiswa Siap Turun Tangan Bangun Negeri

-

Dies Natalis ke-27, Universitas Raharja Perkuat Peran dalam Pengembangan SDM Digital di Kota Tangerang

-

Ironi di Tanah Kelahiran! Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar Bongkar Fakta Mengejutkan di Kota Serang

-

Wisuda UIN Banten 2026, Prof Muhammad Ishom Tegas Sebut Tak Ada Alumni PTKIN Menganggur, Lulusan Diminta Siap Hadapi Dunia Nyata

Berita Terbaru