Kabag Kesra Kabupaten Serang, Rochyan Aglan, memberikan penjelasan terkait proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Serang yang masih berlangsung ketat, Sabtu, 23 Mei 2026KILAS BANTEN – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang periode 2026–2031 memasuki tahap paling menentukan. Hingga kini, panitia seleksi masih melakukan pembahasan intensif untuk menetapkan lima nama yang akan lolos ke tahap akhir.
Ketatnya proses seleksi membuat keputusan belum juga diumumkan. Tim seleksi disebut masih melakukan pleno dan pendalaman terhadap hasil penilaian seluruh kandidat yang masuk 10 besar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Serang, Rochyan Aglan, membenarkan bahwa penetapan lima calon pimpinan BAZNAS masih dalam proses pembahasan.
“Masih digodok. Belum ada pleno final terkait hasil seleksi calon pimpinan BAZNAS,” kata Rochyan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurut Rochyan, proses penentuan lima nama terbaik tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Tim seleksi ingin memastikan calon pimpinan yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan, integritas, dan kesiapan memimpin pengelolaan zakat selama lima tahun ke depan.
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang kini masuk 10 besar telah melewati tahapan seleksi yang panjang dan ketat. Mulai dari pemeriksaan administrasi, tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT), penulisan makalah, hingga sesi wawancara mendalam.
“Semua tahapan sudah dilalui sesuai aturan. Jadi yang masuk 10 besar ini memang kandidat yang sudah matang,” ujarnya.
Rochyan menegaskan, tahap wawancara terakhir menjadi penentu utama dalam proses seleksi kali ini. Penilaian dilakukan secara murni tanpa menggabungkan nilai dari tahapan sebelumnya.
Dengan sistem itu, setiap kandidat memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kapasitas dan kualitasnya di hadapan tim seleksi.
“Tidak ada akumulasi nilai. Penilaian dilakukan murni dari hasil wawancara terakhir,” katanya.
Ia menyebut mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga objektivitas dalam menentukan pimpinan BAZNAS Kabupaten Serang periode mendatang.
Menurut Rochyan, wawancara menjadi ruang bagi panitia untuk menilai lebih dalam visi, wawasan, hingga pemahaman peserta terhadap pengelolaan zakat dan tata kelola lembaga.
“Semua kandidat dinilai lagi secara objektif di tahap wawancara,” ucapnya.
Proses pleno yang berlangsung saat ini juga disebut penuh dinamika. Setiap anggota tim seleksi memiliki pandangan dan pertimbangan masing-masing terhadap kualitas para calon.
Ada peserta yang dinilai unggul dalam visi dan program kerja. Ada pula yang dianggap kuat dari sisi wawasan keagamaan dan pemahaman fikih zakat.
Karena itu, proses penetapan lima besar membutuhkan pembahasan matang agar keputusan yang dihasilkan benar-benar tepat.
“Ini menyangkut tanggung jawab moral selama lima tahun ke depan. Jadi harus hati-hati,” ujar Rochyan.
Ia juga mengungkapkan bahwa hasil seleksi 10 besar telah dibawa ke tingkat pusat untuk dilakukan pembahasan lanjutan. Nantinya, tim di tingkat pusat akan melakukan pleno sebelum menetapkan lima nama final.
“Daerah hanya mengawal sampai 10 besar. Setelah itu dibawa ke pusat untuk diplenokan lagi,” katanya.
Menurut dia, keterlibatan tim pusat menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas dan transparansi proses seleksi pimpinan BAZNAS Kabupaten Serang.
Rochyan mengakui seluruh kandidat yang masuk 10 besar memiliki kualitas yang cukup merata. Hal itu membuat proses seleksi semakin sulit karena setiap peserta dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman yang baik.
“Semuanya bagus secara kemampuan dan materi. Itu yang membuat prosesnya tidak mudah,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Serang menargetkan hasil final seleksi lima calon pimpinan BAZNAS dapat diumumkan dalam waktu dekat. Saat ini panitia masih menunggu hasil pleno dari tim pusat.
“Kami harapkan Senin sudah ada keputusan,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai jadwal dan mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam regulasi Kementerian Agama.
Selain menentukan lima pimpinan utama, Rochyan juga membuka peluang bagi peserta lain untuk tetap dilibatkan dalam pengelolaan BAZNAS Kabupaten Serang.
Menurutnya, para peserta yang belum lolos tetap memiliki potensi besar untuk mendukung operasional lembaga di berbagai bidang.
“Potensi mereka tetap bisa diberdayakan. Karena BAZNAS membutuhkan banyak tenaga di berbagai bidang,” katanya.
Seleksi pimpinan BAZNAS Kabupaten Serang sendiri menjadi perhatian publik karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Pimpinan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Diketahui, 10 nama calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang tersebut diantaranya adalah Hasanudin, Saprudin, Hadi Deni, Abdul Muhyi, Mulyadi, Asep Fathurrohman, Ahmad Saeful, Ade Faisal Mabtuhi, Cecep dan Muhidin.***