Haul ke-16 Gus Dur Dibanjiri Tokoh Nasional, Nyai Sinta Tegaskan Kepemimpinan Sejati Berpihak pada Rakyat

Kilas Banten
20 Des 2025 23:09
3 menit membaca

KILAS BANTEN – Peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kembali menjadi magnet perhatian publik nasional. Ribuan jamaah memadati kediaman Gus Dur dan Nyai Sinta Nuriyah Wahid di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Desember 2025. Acara ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga ruang refleksi tentang makna kepemimpinan yang berakar dari rakyat.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam peringatan wafat Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut. Menteri Agama Nasaruddin Umar tampak menghadiri acara bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi. Hadir pula mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Dari kalangan tokoh agama, terlihat Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. Sejumlah tokoh nasional lain juga datang, seperti mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Kehadiran lintas iman dan lintas sektor ini menegaskan luasnya pengaruh Gus Dur dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.

Baca Juga  Haul Syekh Kicili Bayun ke-338 Menggema di Cibodas Tanara, Warga Diajak Teladani Spirit Akhlak Ulama untuk Generasi Digital

Haul ke-16 Gus Dur tahun ini mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”. Tema tersebut merefleksikan prinsip kepemimpinan yang selalu dipegang Gus Dur sepanjang hidupnya. Ia dikenal sebagai pemimpin yang lahir dari proses demokrasi dan menggunakan kekuasaan sebagai alat pengabdian, bukan sebagai tujuan pribadi atau kelompok.

Dalam sambutannya, Nyai Sinta Nuriyah Wahid mengajak seluruh hadirin untuk kembali menelusuri perjalanan Gus Dur dalam dunia organisasi dan kepemimpinan nasional.