Misa Natal Depok Berpolemik, KH Matin Syarkowi Tegaskan Negara Tak Boleh Abai Lindungi Kebebasan Ibadah

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Matin Syarkowi memberikan pernyataan terkait polemik Misa Natal di Depok dan pentingnya peran negara dalam menjamin kebebasan beribadah, Kamis, 1 Januari 2026

i

KH Matin Syarkowi memberikan pernyataan terkait polemik Misa Natal di Depok dan pentingnya peran negara dalam menjamin kebebasan beribadah, Kamis, 1 Januari 2026

KILAS BANTEN – Polemik dugaan pembatalan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus (WSY), Kota Depok, kembali menyedot perhatian publik. Sejumlah pemberitaan menyebutkan ibadah Natal tersebut tidak terlaksana karena persoalan perizinan dan belum tercapainya kesepakatan dengan warga sekitar. Isu ini langsung memantik diskusi luas karena berkaitan langsung dengan hak dasar warga negara, yakni kebebasan beribadah.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Bintang Sembilan Wali (Biwali), KH Matin Syarkowi, angkat bicara. Ia menyampaikan sikapnya secara tegas namun tetap mengedepankan kehati-hatian. KH Matin meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara jelas dan berimbang.

“Ini masih sebatas berita dan isu. Karena itu harus disikapi dengan kepala dingin, bukan dengan kesimpulan yang mengarah pada pembenaran sepihak,” ujar KH Matin saat ditemui di Teras al-Banusri, Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Kamis, 1 Januari 2026.

Menurut KH Matin, informasi yang beredar di ruang publik belum sepenuhnya utuh.

Ia menilai masih banyak aspek yang perlu diklarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia juga mengingatkan bahwa isu yang menyangkut hubungan antarumat beragama sangat sensitif dan berpotensi memicu kegaduhan jika tidak disikapi secara bijak.

Dalam menjelaskan pandangannya, KH Matin menggunakan pendekatan hipotetis dengan menyampaikan sejumlah kemungkinan. Cara ini, kata dia, penting agar diskusi tetap rasional dan tidak mengarah pada tuduhan tanpa dasar yang kuat.

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045
Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta
Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Polemik Misa Natal di Depok kembali mencuat. KH Matin Syarkowi mengingatkan negara wajib hadir melindungi kebebasan beribadah dan tidak tunduk pada tekanan kelompok mana pun.

Berita Terkait

-

Retreat Nasional di Magelang, Ketua DPRD Kabupaten Serang Tekankan Peran Gen Z sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

-

Di Harlah PMII ke-66, Tokoh Nasional PB IKA PMII Berkumpul, Konsolidasi Kebangsaan Menguat di Jakarta

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

Berita Terbaru