KILAS BANTEN – Polemik dugaan pembatalan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus (WSY), Kota Depok, kembali menyedot perhatian publik. Sejumlah pemberitaan menyebutkan ibadah Natal tersebut tidak terlaksana karena persoalan perizinan dan belum tercapainya kesepakatan dengan warga sekitar. Isu ini langsung memantik diskusi luas karena berkaitan langsung dengan hak dasar warga negara, yakni kebebasan beribadah.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Bintang Sembilan Wali (Biwali), KH Matin Syarkowi, angkat bicara. Ia menyampaikan sikapnya secara tegas namun tetap mengedepankan kehati-hatian. KH Matin meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara jelas dan berimbang.
“Ini masih sebatas berita dan isu. Karena itu harus disikapi dengan kepala dingin, bukan dengan kesimpulan yang mengarah pada pembenaran sepihak,” ujar KH Matin saat ditemui di Teras al-Banusri, Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Kamis, 1 Januari 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut KH Matin, informasi yang beredar di ruang publik belum sepenuhnya utuh.
Ia menilai masih banyak aspek yang perlu diklarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia juga mengingatkan bahwa isu yang menyangkut hubungan antarumat beragama sangat sensitif dan berpotensi memicu kegaduhan jika tidak disikapi secara bijak.
Dalam menjelaskan pandangannya, KH Matin menggunakan pendekatan hipotetis dengan menyampaikan sejumlah kemungkinan. Cara ini, kata dia, penting agar diskusi tetap rasional dan tidak mengarah pada tuduhan tanpa dasar yang kuat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















