Wali Kota Tangerang Sachrudin saat meluncurkan aplikasi CISADANE dalam kegiatan O2SN dan FLS3N 2026 di Stadion Benteng Reborn sebagai langkah memperkuat pendidikan inklusif berbasis digitalKILAS BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang terus mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Terbaru, Pemkot Tangerang resmi meluncurkan aplikasi CISADANE atau Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif dalam ajang O2SN dan FLS3N 2026 di Stadion Benteng Reborn.
Peluncuran aplikasi tersebut menjadi langkah serius pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Pemkot Tangerang ingin memastikan seluruh peserta didik mendapat akses pendidikan yang setara, mudah dijangkau, dan terintegrasi dengan teknologi digital.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan, aplikasi CISADANE hadir untuk mempermudah pelayanan pendidikan sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua.
Menurutnya, pendidikan inklusif membutuhkan sistem yang cepat, tepat, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Karena itu, digitalisasi menjadi solusi yang dinilai paling efektif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Tangerang.
“Ini untuk memudahkan proses layanan pendidikan, termasuk memperkuat komunikasi antara sekolah, pemerintah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Sachrudin, Rabu, 27 Mei 2026.
Pemkot Tangerang menilai penggunaan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama dalam pelayanan publik. Tidak terkecuali di sektor pendidikan inklusif yang membutuhkan sistem administrasi dan koordinasi yang terintegrasi.
Melalui aplikasi CISADANE, pemerintah berharap proses pendataan siswa berkebutuhan khusus menjadi lebih cepat dan akurat. Selain itu, monitoring layanan pendidikan inklusif juga dapat dilakukan secara lebih efektif.