Haul ke-16 Gus Dur Dibanjiri Tokoh Nasional, Nyai Sinta Tegaskan Kepemimpinan Sejati Berpihak pada Rakyat

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyai Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan sambutan pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, disaksikan tokoh nasional lintas agama, Sabtu, 20 Desember 2025

i

Nyai Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan sambutan pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, disaksikan tokoh nasional lintas agama, Sabtu, 20 Desember 2025

Ia menekankan bahwa kepemimpinan Gus Dur tidak datang secara instan atau melalui penunjukan kekuasaan. Semua proses itu dilalui melalui mekanisme demokratis.

“Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar. Dari sana, beliau memimpin banyak komunitas dan forum yang melibatkan rakyat,” ujar Nyai Sinta di hadapan jamaah.

Nyai Sinta menegaskan bahwa Gus Dur tidak pernah menjadikan jabatan sebagai ambisi utama. Ia juga tidak mengejar penghargaan formal atau pengakuan simbolik. Seluruh energi dan pemikirannya diarahkan untuk membela mereka yang tertinggal dan kehilangan hak-hak dasar.

ADVERTISEMENT

, ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gus Dur berjuang tanpa pamrih. Beliau tidak mencari apresiasi dari siapa pun, tetapi konsisten membela kelompok yang hak-haknya diabaikan,” kata Nyai Sinta.

Keberpihakan tersebut terlihat jelas saat Gus Dur memimpin PBNU. Ia menggunakan kewenangan moral dan organisatorisnya untuk berdiri bersama rakyat kecil dan kelompok minoritas. Gus Dur berada di garis depan dalam isu kebebasan beribadah, termasuk membela kelompok Ahmadiyah. Ia juga menolak segala bentuk persekusi dan kekerasan yang berbasis identitas.

Baca Juga  Kabar Gembira untuk Guru, Beban Mengajar Dipotong Jadi 16 Jam, Tapi Ada Syaratnya, Apa Itu?

Sikap serupa tampak dalam keberanian Gus Dur menyuarakan keadilan bagi korban penggusuran dan ketidakadilan struktural. Kasus Kedung Ombo, Pelumpang, hingga persoalan buruh menjadi bagian dari catatan perjuangannya. Gus Dur juga dikenal membela tahanan politik dan kelompok terpinggirkan, meski sikap tersebut sering membuatnya berseberangan dengan kekuasaan.

Saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama sekitar 20 bulan, Gus Dur tetap memegang prinsip yang sama. Ia membuka Istana Negara bagi rakyat sebagai simbol bahwa kekuasaan negara bukan milik elite. Ia juga mendorong peningkatan kesejahteraan aparatur negara agar bekerja dengan jujur dan fokus melayani masyarakat.

Penulis : Dayat

Editor : Redaksi Kilas Banten

Follow WhatsApp Channel www.kilasbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T
PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029
Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa
Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan
Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah
Himbauan Mudik 2026, Dewan Pembina DPP Biwali KH Matin Syarkowi Ingatkan Bahaya Ngebut: Nyawa Taruhannya
Dibuka 1 April, Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Siap Biayai Kuliah Mahasiswa Berprestasi, Ini Syarat dan Sasarannya
Aktivis HAM Disiram Air Keras Usai Kritik Negara, LBH PB PMII Sebut Teror terhadap Demokrasi
Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur dihadiri tokoh nasional lintas agama. Nyai Sinta Nuriyah menegaskan kepemimpinan sejati harus lahir dari rakyat dan diabdikan untuk kemanusiaan.

Berita Terkait

-

Kongres IMAKIPSI XIII Meledak di Mataram, Mahasiswa Kependidikan Deklarasikan Perang Total Ketimpangan Pendidikan 3T

-

PPP Banten Resmi Dipimpin Neng Siti Julaiha, Bakal Pasang Target Ambisius Menang Besar di Pemilu 2029

-

Gelombang 2.500 Alumni Padati Istiqlal, Silatnas IKTASA Ciwaringin Tegaskan Kekuatan Besar Pesantren untuk Bangsa

-

Geger! Program MBG di Bone Tersendat, SPPG Macege Disetop Mendadak Diduga Abaikan Standar Lingkungan

-

Ledakan Semangat Anak Muda, PeaceLab Jadi Motor Baru Gerakan Perdamaian Berbasis Budaya dan Sejarah

Berita Terbaru