Menurut Prof. Ishom, pemahaman yang komprehensif menjadi fondasi penting sebelum program tersebut diluncurkan. Dengan persiapan matang, Program RPL diharapkan dapat berjalan terstruktur, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan ketika RPL dibuka, semua aspek sudah siap. Regulasi jelas, dosen siap, dan sistem asesmen berjalan akuntabel,” katanya.
Ia juga menilai Program RPL memiliki dampak strategis bagi pengembangan institusi. Selain memperluas akses pendidikan tinggi, program ini berpotensi meningkatkan jumlah mahasiswa secara signifikan. RPL membuka peluang bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh pendidikan tinggi formal.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sasaran RPL cukup luas. Mulai dari guru pesantren, penyuluh agama, amil atau modin, hingga pekerja profesional yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu,” jelas Prof. Ishom.
Program RPL juga dinilai menjadi solusi bagi mahasiswa yang terancam putus studi karena melewati batas maksimal masa kuliah. Melalui rekognisi pembelajaran lampau, capaian akademik dan pengalaman yang telah dimiliki tetap dapat diakui.
Sementara itu, Rektor IAIN Kendari Prof. Husain Insawan menyambut positif kunjungan UIN Banten. Ia menyebut IAIN Kendari selama ini memang kerap menjadi rujukan bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang hendak membuka Program RPL.
“Banyak PTKIN yang datang ke IAIN Kendari untuk studi banding sebelum menjalankan RPL. Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik,” ujar Prof. Husain.
Program RPL sendiri merupakan skema pendidikan tinggi yang mengakui pengalaman kerja, pelatihan, serta pembelajaran nonformal dan informal sebagai bagian dari capaian pembelajaran mahasiswa. Melalui asesmen portofolio, pengalaman tersebut dapat dikonversi menjadi SKS, sehingga mahasiswa tidak harus memulai perkuliahan dari awal.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















