KILAS BANTEN – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Tangerang mulai mengalami kenaikan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Tangerang memperketat pemantauan harga dan distribusi pangan di pasar tradisional maupun pusat distribusi bahan pokok.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging sapi dan cabai rawit merah. Pemerintah daerah pun bergerak cepat untuk memastikan pasokan pangan tetap aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan pangan secara intensif agar lonjakan harga tidak semakin tinggi.
“Beberapa komoditas pangan yang menjadi fokus pemantauan di antaranya daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, gula pasir, hingga aneka sayuran,” ujar Muhdorun, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurutnya, momentum Iduladha selalu diikuti peningkatan kebutuhan rumah tangga. Permintaan masyarakat terhadap bahan pangan, terutama komoditas hewani dan bumbu dapur, biasanya melonjak tajam beberapa pekan sebelum hari raya.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan di pasar tradisional Kota Tangerang, harga daging sapi kini mencapai Rp147 ribu per kilogram. Sementara daging ayam ras dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram dan telur ayam ras berada di angka Rp27 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai rawit merah kini menyentuh Rp85 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah dijual Rp60 ribu per kilogram dan bawang putih mencapai Rp35 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium masih berada di angka Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan beras medium dijual sekitar Rp13,5 ribu per kilogram.
Di sektor sembako lainnya, minyak goreng curah dipasarkan Rp23 ribu per kilogram. Adapun minyak goreng kemasan sederhana dijual sekitar Rp21 ribu per liter. Harga gula pasir saat ini berada di angka Rp20 ribu per kilogram.
Pemerintah juga memantau harga komoditas ikan yang masih menjadi pilihan konsumsi masyarakat. Harga ikan kembung tercatat Rp52 ribu per kilogram. Sedangkan ikan tongkol dan ikan bandeng masing-masing dijual Rp50 ribu per kilogram.
Muhdorun menegaskan Pemerintah Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang pasar, dan pelaku usaha pangan untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok.
“Pemkot Tangerang juga terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan pelaku usaha pangan guna menjaga pasokan tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama periode Iduladha,” katanya.
Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Sebab, lonjakan pembelian secara mendadak dapat memicu kenaikan harga yang lebih tinggi di pasaran.
Pemerintah menilai pola belanja yang bijak menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas stok pangan hingga Hari Raya Iduladha tiba.
Di sisi lain, pengendalian harga pangan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga inflasi tetap terkendali. Stabilitas harga bahan pokok dinilai penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Momentum Iduladha memang selalu memicu kenaikan konsumsi rumah tangga. Karena itu, pengawasan pasar akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun potensi kelangkaan barang.
Pemerintah Kota Tangerang berharap distribusi pangan tetap lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa memicu gejolak harga yang berlebihan di pasar tradisional.***

