Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara daya saing global dan nilai kebangsaan. Menurutnya, generasi masa depan harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Universitas Gunung Rinjani Basri Mulyani menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Mataram sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan keadilan sosial.
“Perguruan tinggi dan calon pendidik harus berkolaborasi untuk memastikan kualitas pendidikan merata. Kita tidak boleh membiarkan potensi anak bangsa terhambat oleh faktor geografis,” kata Basri.
Kepala Dinas Pendidikan NTB Abdul Azis juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan mahasiswa. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis dalam merancang kebijakan pendidikan yang adaptif.
“Peran mahasiswa sangat penting untuk memastikan bahwa target Indonesia Emas bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar terwujud hingga ke tingkat sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, Koordinator Pusat IMAKIPSI Fikri Fathuridwanullah menegaskan bahwa kongres ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ia memastikan organisasi akan fokus pada gerakan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah 3T.
“IMAKIPSI harus hadir lebih dari sekadar organisasi kampus. Kami fokus pada gerakan sosial dan keadilan pendidikan di wilayah tertinggal. Pendidikan yang adil harus dirasakan semua anak bangsa,” tegas Fikri.
Penulis : Dayat
Editor : Redaksi Kilas Banten
Sumber Berita: KILASBANTEN.COM
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















